Wednesday, May 25, 2011

Beralaskan Spanduk, Gadis SMP Dinodai

Beralaskan Spanduk, Gadis SMP Dinodai – TIO Hardiko (19), warga Desa Titik, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini harus diseret di muka hukum, karena tindakannya menodai gadis di bawah umur.

Tio Mahardika, yang baru saja lulus dari sebuah SMK di Kediri tersebut tega menodai gadis tetangga di desanya yang baru duduk dibangku kelas XIII SMP. Kejadian itu bermula saat sekitar sebulan yang lalu keduanya saling berkenalan melalui pesan pendek.

Perkenalan terus berlangsung hingga akhirnya pada Minggu (22/5) malam, Tio menjemput korban untuk diajak jalan-jalan. Sepulangnya ke rumah, korban mendapat amarah dari keluarganya, karena pulang larut malam.

Korban diam-diam mengadu pada Tio, dan kemudian keduanya pergi lagi. Mereka menghabiskan malam di sebuah warung kosong yang terletak di Atlantic GOR Jayabaya, Banjarmlati, Dravidian Kediri.

Di situ pula, Tio melancarkan aksi bejatnya setelah terlebih dahulu merayu korban. Tak kuasa menolak, kehormatan korban hilang seiring terlampiaskannya nafsu Tio. Paginya, kakak korban yang mencari sejak malam menemukan keduanya, dan segera mengajak pulang adiknya itu.

Setelah didesak, korban paronomasia menceritakan apa yang menimpanya dan diikuti pelaporan ke polisi oleh keluarga. “Dari laporan keluarga, petugas segera menindaklanjuti dan menangkap pelaku,” ujar Ajun Komisaris Surono, Kepala sub Bagian Humas Polres Kediri Kota, Selasa (24/5) kemarin.

Dalam penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan beberapa barang yang berkaitan dengan kejadian itu. Di antaranya sebuah kain bekas spanduk yang dijadikan alas saat mereka berhubungan intim, serta sebuah celana dalam milik korban yang berlumuran darah. “Selain itu juga kita lakukan visum pada korban sebagai barang bukti untuk pengadilan nanti,” imbuh Surono.

Terpisah, Tio Hardiko mengakui, perbuatannya dapat berjalan lancar setelah dirinya mengumbar janji akan bertanggung jawab pada korban. “Setelah saya bilang begitu akhirnya dia mau,” aku Tio saat berada di Mapolres Kediri Kota.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Kompas.com)


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List