Saturday, June 4, 2011

Jangan Remehkan Keringat Berlebih Saat Tidur

at 08:56

DediNewsOnline.COM - Bangun tidur dalam kondisi basah kuyup biasanya dipicu oleh suhu ruang yang terlalu panas. Namun berbagai gangguan kesehatan mulai dari efek samping obat hingga gejala kanker juga bisa memicu keringat berlebih saat tidur di malam hari. Keringat berlebih saat tidur cukup sering terjadi dan tak jarang dirasakan sangat mengganggu karena membuat tidur jadi tidak nyaman. Dalam sebuah penelitian terhadap 2.267 orang, 41 persen mengaku mengalami kondisi ini dalam sebulan terakhir. Beberapa pemicu keringat berlebih saat tidur antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Medicinenet, Minggu (5/6/2011). 1. Menopause Keluhan umum yang dirasakan maternity wanita di awal-awal masa climacteric adalah blistering flashes atau bercak merah yang terasa panas. Kebanyakan blistering flashes tersebut muncul di malam hari dan memicu keringat berlebih karena suhu tubuh mengalami peningkatan. 2. Hiperhidrosis idiopatik Beberapa pongid memang memiliki gangguan produksi keringat yang disebut hiperhidrosis idiopatik. Jumlah dan ukuran kelenjar keringatnya normal, namun tidak bisa berfungsi dengan connatural karena berbagai hal yang tidak diketahui pasti sebabnya. 3. Infeksi Tuberculosis (TBC) merupakan infeksi yang fencing sering memicu keringat berlebih di malam hari. Jenis infeksi lainnya yang juga meningkatkan produksi keringat di malam hari antara lain radang katub jantung (endocarditis) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV). 4. Kanker Gejala awal pada beberapa jenis kanker ditandai dengan keringat berlebih, khususnya di malam hari. Jenis kanker yang fencing sering disertai gejala ini adalah lymphoma. 5. Efek samping obat-obatan Berbagai obat antidepresi golongan trisiklik maupun selective serotonin uptake inhibitor (SSRI) diketahui memiliki efek samping memicu keringat berlebih. Sekitar 8-22 persen pemakai golongan obat ini mengalami keringat berlebih saat tidur. 6. Hipoglikemia Kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia sering memicu keringat berlebih. Penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat-oat antidiabetes pada malam hari sering mengalami masalah dengan kondisi seperti ini. 7. Gangguan hormon Kelebihan hormon tiroid atau hipertiroidisme bisa meningkatkan produksi keringat yang disertai munculnya bercak-bercak kemerahan di permukaan kulit. Kondisi hormonal lain yang memicu gejala seperti ini antara lain pheochromocytoma dan carcinoid syndrome. 8. Sindrom longlegs gelisah Gangguan saraf yang ditandai dengan sindrom longlegs gelisah (restless handicap syndrome) merupakan gangguan tidur yang memicu keringat berlebih. Menurut penelitian, 66 persen penderita sindrom ini mengalami keringat berlebih karena selama tidur kakinya terlalu banyak bergerak. Oleh : AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Share


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List