Monday, July 11, 2011

Cara budidaya anggrek bulan

Pada dasarnya dihabitat aslinya, hanya ada dua tempat tumbuh tanaman anggrek. Pertama tanaman anggrek yang hidup menempel pada tanaman lain dan tidak mengganggu tanaman yang ditempeli. Jenis ini disebut anggrek Epiphyt. Yang termasuk jenis ini: Cattleya, Dendrobium, Cymbidium, Phalaenopsis, Vanda, Oncidium. Kedua tanaman anggrek yang hidup ditanah. Biasanya hidup pada tanah berhumus yang subur. Jenis ini disebut anggrek Terrestris atau anggrek tanah.
Posting kali ini akan menjelaskan bagaimana cara menanam anggrek epiphyt, yang telah dilakukan oleh wawaorchid selama ini. Ada dua cara, yaitu ditanam pada pot dan ditempel pada pohon atau papan pakis.
Sebenarnya menanam anggrek itu sangat mudah dan sederhana, namun diperlukan kesabaran, ketelatenan dan fokus. Point terpenting pada penanaman anggrek adalah perakarannya tidak rusak, tanaman tidak goyang dan draenase lancar. Penanaman yang benar ditunjang dengan pemeliharaan dan perawatan yang baik serta penempatan pada daerah yang benar dipastikan akan memberikan pertumbuhan tanaman yang bagus dan bunga yang indah.
Banyak kasus yang memaksakan penanaman anggrek pada daerah yang kurang sesuai sehingga pertumbuhan dan bunga yang dihasilkan juga tidak maksimal. Sebagai penanam maupun penikmat bunga anggrek, seharusnya bisa menyesuaikan dengan habitat tanaman anggrek jenis apa yang akan ditanam. Harus tahu apa yang dibutuhkan tanaman anggrek tersebut. Menyesuaikan bagaimana lingkungannya, kebutuhan airnya, semaksimal mungkin mendekati habitat aslinya.
Penanaman dengan pot.
Untuk jenis anggrek yang berbatang monopodial (Vanda, phalaenopsis) cara menanam batang diletakkan ditengah-tengah pot. Karena anggrek ini akan tumbuh terus lurus keatas. Sedangkan anggrek berbatang sympodial (cattleya, dendrobium, cymbidium, oncidium) cara menanamnya bagian batang yang tua diletakkan menempel pada pinggir pot. Dan bagian tunas diletakkan pada bagian tengah pot. Sehingga tanaman akan tumbuh makin ketengah.
Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menanam dipot adalah :
1. Pot (Pot plastik atau tanah)
Pot yang akan dipakai sebaiknya pot baru. Bisa digunakan pot bekas namun harus dengan perlakuan terlebih dahulu. Pot bekas biasanya ditumbuhi lumut, jamur bahkan mungkin bakteri. Dan mungkin pot telah asam. Untuk itu harus dibersihkan sampai betul-betul bersih. Pemilihan pot adalah penting. Pot yang akan digunakan juga harus disesuaikan dengan besarnya tanaman dan jenis anggrek yang akan ditanam. Misalnya untuk vanda potnya beda dengan phalaenopsis. Vanda butuh pot yang dalam dan berongga banyak, sedangkan phalaenopsis memerlukan pot yang tidak terlalu dalam dengan lobang draenase yang cukup. Untuk yang menggunakan pot plastik sebaiknya lubang dibagian bawah pot diperbesar, dan tambah lobang dibagian samping atau sisi pot agar draenase lebih lancar.
2. Tiang penahan batang tanaman.
Lebih baik dibuat dari kawat dengan diameter 2~4 mm. Disamping kokoh juga tahan lama. Fungsi dari tiang ini adalah untuk menyangga tanaman agar tidak goyang saat penyiraman atau perlakuan lainnya. Sehingga pertumbuhan akar tidak terganggu. Tiang penyangga dapat dilepas bila tanaman sudah menempel kuat pada pot.
3. Media tanam.
Untuk menanam anggrek dipot diperlukan media tanam. Ada beberapa jenis media tanam untuk anggrek. Seperti, potongan pakis, arang kayu, potongan sabut kelapa, pecahan batu bata atau genteng. Media ini diperlukan untuk mengikat air dan tempat menempel akar tanaman.
Adapun cara penanamannya yang pertama pasang tiang penahan sampai menyentuh dasar pot. Isi pot dengan pecahan batu bata atau genteng secukupnya, bisa sampai 1/3 tinggi pot. Ini difungsikan untuk pemberat pada pot plastik dan penahan air. Kemudian masukkan media arang kayu atau potongan pakis 1/3 tinggi pot. Setelah itu tanaman anggrek diletakkan diatas media dan akar diatur supaya menyebar rata. Jangan lupa batang tanaman diikat pada tiang penyangga. Yang terakhir diatas akar ditambah media lagi secukupnya. Perlu diingat, jangan sampai batang tanaman pseudo-bulb tertimbun oleh media (cattleya, dendrobium). Hal ini untuk menghindari luka yang bisa menyebabkan busuk dan tanaman mati. Yang ditimbun oleh media adalah akar-akarnya saja.
Penanaman dengan ditempel
Penanaman dengan cara ini lebih simple dan tidak membutuhkan media. Pilihlah tanaman anggrek yang tidak terlalu panjang batangnya, untuk menghindari patah. Tempelkan tanaman anggrek pada pohon atau papan pakis. Pohon atau papan pakis inilah sebagai media tanamnya yang berfungsi untuk menempel akar-akar tanaman anggrek. Agar menempel kuat dan tidak goyang ikat batang anggrek tersebut pada pohon atau papan pakis dengan tali plastik atau tali ijuk atau yang lainnya yang tidak berkarat. Setelah perakarannya menempel kuat, tali bisa dilepas. Lebih praktis tali pengikat bisa diganti kawat dengan panjang 5 – 6 cm, dibentuk huruf U. Kawat ini untuk menjepit batang anggrek yang ditempelkan pada papan pakis atau pohon.
Biasanya kita tidak menyadari hal-hal sederhana, namun penting dalam penanaman anggrek. Baru menyadari ketika tanaman kurang bagus pertumbuhannya bahkan sampai mati. Mungkin posting diatas dapat membantu anda para pecinta anggrek. Setidaknya menambah pengalaman dan sebagai pembanding apa bila anda mempunyai cara penanaman lainnya.
 wawaorchid.wordpress.com

Tips Merawat Anggrek Bulan (Phalaenopsis)

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang cara perawatan anggrek bulan :
  1. Anggrek bulan tidak membutuhkan sinar matahari penuh, hanya 20% saja. Sehingga perlu naungan. Naungan bisa dengan paranet. Temperatur ideal yang diperlukan adalah 30O C saat siang dan 23O C pada malam hari. Dengan kelembaban maksimum 70%. Bila terlalu basah tanaman mudah busuk oleh jamur maupun bakteri. Untuk mengetahui secara visual kebutuhan intensitas matahari dapat dilihat dari warna daunnya. Daun berwarna hijau, menandakan intensitasnya cukup. Sedangkan berwarna hijau tua, intensitasnya kurang, dan bila intensitas sinarnya berlebih, maka daun akan berwarna kecoklatan karena terbakar.
  2. Sirkulasi udara sangat dibutuhkan. Artinya hembusan angin cukup baik untuk pertumbuhan tanaman anggrek bulan. Semakin baik sirkulasi udara dalam nursery, pertumbuhan tanaman anggrek bulan akan semakin bagus. Untuk nursery atau tempat pemeliharaan anggrek bulan yang kurang baik sirkulasi udaranya, dapat dipasang kipas angin. Fungsi sirkulasi udara ini untuk meratakan temperatur dan kelembaban serta cepat membuang udara panas maupun terlalu basah.
  3. Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Bisa ditingkatkan tiga kali sehari, bila udara panas. Penyiraman yang baik jam 07.00 ~ 09.00 dan 16.00 ~ 18.00. Penyiraman sebaiknya langsung kearah akar dan menggunakan air yang bersih, tidak tercemar limbah kimia.
  4. Menjegah adalah lebih baik dari pada mengobati. Prinsip ini juga berlaku dalam perawatan anggrek bulan. Untuk itu guna menjaga serangan hama dan penyakit, perlu dilakukan penyemprotan insektisida dan fungisida seminggu sekali. Penyemprotan sebaiknya dilakukan sore hari.
  5. Makanan, nutrisi juga diperlukan oleh anggrek bulan. Lewat pemupukan yang teratur pertumbuhan tanaman anggrek bulan akan prima dan rajin berbunga. Pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk yang kaya akan kandungan kalsium (Ca), Phospor (P), dan Kalium (K). Pemberian pupuk dilakukan rutin dua minggu sekali. Pemberian pupuk dengan cara pupuk dilarutkan dahulu dengan air kemudian disiramkan. Perlu juga ditambahkan pupuk daun dengan cara di spray.


Tips :
Beberapa tips dan trik yang efektif adalah :
1. Jika ingin memelihara dari kecil/botolan lebih baik membeli species/hibrida yang sudah mempunyai nama ataupun berasal dari silangan nursery yang sudah ahli dibidangnya. Bibit yang baik adalah langkah pertama yang penting sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
2. Jika membeli ukuran dewasa maka kenalilah dulu sifat Phalaenopsis anda sebelum membeli
3. Banyak membaca artikel2 mengenai pemeliharaan Phalaenopsis dari buku2 anggrek atau media elektronik spt internet agar semakin mengasah kemampuan kita.
4. Akar, yang sehat mutlak dibutuhkan untuk pembungaan, jadi perhatikan media yang digunakan agar akar phalaenopsis dapat tumbuh sempurna, sifat media dipilih yang dapat menyerap air tapi tidak menyimpan air, kombinasi media dapat dilakukan agar didapatkan sifat2 yang pas.
5. Tanpa akar yang sehat, maka daun tidak akan tumbuh dengan baik, ciri2 tanaman yang sehat biasanya daun baru akan tumbuh makin besar/sama besar dengan daun sebelumnya. Jagalah daun agar tetap sehat krn pada organ ini yang berguna untuk memproduksi zat hara yang akan digunakan oleh tanaman.
6. Jaga jangan sampai Phalaenopsis anda terkena hujan, daunnya yang besar dan bergelombang sering menyebabkan air hujan tertinggal dan dapat menyebabkan jamur penyakit untuk berkembang biak dan menyerang anggrek anda.
7. Jaga jangan sampai terjadi dehidrasi pada anggrek anda, lakukan penyiraman secara teratur, namun tidak berlebih.
8. Pemupukan dilakukan pada kedua bagian daun, atas dan bawah, pada waktu pagi hari sebelum cahaya matahari mengenai tanaman anda.
9. Gunakan beberapa macam pupuk, selang-seling antara pupuk kimia dan pupuk organik, jika tanaman sudah dewasa boleh digunakan pupuk booster yang berkadar P tinggi.
10. yang paling penting erhatikan 4 unsur penting dalam pemeliharaan Phalaenopsis yang tidak dapat diabaikan, diantaranya :
a. Cahaya, Phalaenopsis termasuk anggrek yang tergolong tidak tahan oleh sinar matahari langsung, sinar matahari pagi-siang yang terhalang oleh bayangan dedaunan termasuk yang paling baik untuk menunjang pertumbuhan vegetatif dan memicu pembungaan. Umumnya Phalaenopsis dinaungi oleh paranet 65% jika area tanam terbuka dan paranet 55% jika area tanam dikelilingi oleh tembok/pohon2 besar.
b. Kelembaban : Phalaenopsis suka dengan kelembaban, idealnya antara 60%-75%, terlalu lembab akan menyebabkan jamur mudah berkembang biak, terlalu kering akan menyebabkan tanaman dehidrasi. Untuk menjaga kelembaban dapat diletakan tanaman paku2an dan gentong air yg berisi tanaman dibawah pot Phalaenopsis
c. Aerasi : Phalaenopsis termasuk anggrek epifit yang biasanya menempel pada pohon induk yang tinggi, dan menyukai aliran angin yang semilir, aerasi jg menjaga kadar kelembaban agar tidak terlalu jenuh.
d: Temperatur : biasanya kunci pemicu pembungaan phalaenopsis adalah jika terjadi perbedaan suhu tertinggi - terendah sekitar 10 derajat celcius, oleh karena itu temperatur ideal untuk si kupu2 ini adalah 18-28 drjt celcius. Jk diperhatikan maka masa-masa memasuki musim hujan akan menjadi waktu ideal bagi phal anda untuk memunculkan calon spikenya.
Dengan memperhatikan semua hal diatas maka diharapkan semua hobiis dapat membungakan phalaenopsisnya sekaligus menepis anggapan bahwa memelihara phalaenopsis itu sulit, selamat mencoba.
budidayatanamananggrek.blogspot.com

Cara budidaya jamur tiram putih

Binis produksi jamur tiram putih kian menjadi bisnis yang menjanjikan. Jamur tiram bisa diolah menjadi berbagai macam menu olahan yang lezat. Hal ini menjadikan permintaan pasar terhadap jamur tiram selalu tinggi, apalagi cara budidaya jamur tiram putih ini tidaklah sulit. Siapapun bisa mencoba.
Jika ingin membudidayakan jamur tiram, terlebih dahulu persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
Bahan
  • Bibit jamur berkualitas.
  • Air untuk membasahi bekatul.
  • Bekatul.
  • Tepung jagung.
  • Kapur dolomite untuk mengatur pH.
  • Serbuk gergaji, sebaiknya diambil dari serbuk kayu yang homogen, karena serbuk gergaji dari kayu yang heterogen dapat menjadikan proses pengomposan kurang sempurna. Hindari penggunaan serbuk gergaji dari kayu yang bergetah karena getahnya dapat memicu kontaminan.
  • Kapas.
  • Bag log.

Alat

  • Ruang pemanasan yang suhunya dapat dikendalikan, digunakan untuk sterilisasi media.
  • Rak penempatan inkubasi.
  • Alat pengepres untuk memadatkan campuran media.
  • Spatula pengaduk bibit.

Teknik budidaya

Cara budidaya jamur tiram putih adalah sebagai berikut:
1. Persiapan media
  • Menambahkan air pada serbuk gergaji hingga kelembaban 55-65%.
  • Jika memakai campuran jagung, komposisinya adalah media gergaji (80%), bekatul (10%), dan tepung jagung (10%), namun jika tanpa tepung jagung komposisinya serbuk gergaji (15% dan 85%).
  • Tambahkan kapur dolomite hingga pH menjadi netral atau sekitar 7.
  • Campur berbagai bahan media berkali-kali dan pastikan semuanya tercampur dengan merata.
2. Pengemasan media
  • Bahan yang sudah tercampur merata dimasukkan dalam plastik.
  • Pres media sepadat mungkin dan pasang cincin pada mulut plastik lalu tutup dengan kapas. Fungsinya untuk membuat mulut media guna memasukkan bibit jamur.
  • Tutup kapas dan ujung media agar kapas tidak kena uap saat disterilisasi.
3. Sterilisasi
Cara budidaya jamur tiram putih erat kaitannya dengan sterilisasi media. Media yang baik harus bebas dari mikrobia pathogen seperti jamur dan bakteri. Oleh karenanya proses sterilisasi harus diperhatikan.
Berikut teknik sterilisasinya:
  • Agar tidak repot mensteril alat, saat sterilisasi media, masukkan sekalian spatula yang akan digunakan untuk menyebar bibit. Spatula dibungkus dalam plastik dan ditutup agar setelah dikeluarkan dari alat sterilisasi tidak terkena kontaminasi.
  • Tata media dalam ruang pemanas atau drum sterilisasi.
  • Panaskan media hingga suhu kurang lebih mencapai 90 derajat. Pertahankan pemanasan pada suhu tersebut selama 8-9 jam.
  • Biarkan drum tetap tertutup setidaknya setangah hari untuk menghindari penguapan air pada tepi plastik akibat perubahan suhu yang mendadak.
4. Inokulasi bibit jamur
  • Cuci kaki dan tangan dengan sabun anti kuman untuk meminimalisir kontaminan. Semprot tangan dengan alkohol 70%.
  • Keluarkan spatula dari plastik.
  • Buka tutup wadah bibit dan aduk bibit dengan spatula yang telah disterilisasi.
  • Buka kapas di mulut media dalam plastik, lalu tuangkan bibit dan tutup kembali media dengan kapas tersebut.
  • Pasang kembali tutup mulut media.
  • Bibit siap diinkubasi.
5. Inkubasi
  • Media yang sudah diberi bibit diletakkan dalam rak penyimpanan.
  • Masa inkubasi berkisar kurang lebih 40 hari dengan suhu optimal 22-28 derajat celcius.
6. Pemeliharaan
  • Pada tahap pemeliharaan penutup baglog sedikit dibuka.
  • Pastikan pula ventilasinya lancar sehingga suplai oksigennya terpenuhi dengan baik.
  • Pertahankan kelembaban udara dengan melakukan penyiraman.
7. Panen
Setelah badan jamur tumbuh besar dan lebar, jamur sudah bisa dipanen.
Selain teknik-teknik diatas, dalam cara budidaya jamur tiram putih memperhatikan pula lingkungan budidaya seperti halnya kelembaban. Semakin lembab tempat budidaya, resiko kontaminannya menjadi lebih tinggi.
Oleh karenanya jika dibudidayakan pada tempat yang lembab sebaiknya kurangi kadar nutrisi karena nutrisi dapat lebih cepat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri.
 anneahira.com

  Teknik Budidaya Jamur Tiram

I. SYARAT PERTUMBUHAN 1.1. Iklim a) Secara alami, jamur tiram Pleurotus ditemukan di hutan dibawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu. Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak dan remang-remang, di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah.b) Kelembaban ruangan optimal 90-96% yang harus dipertahankan dengan menyemprotkan air secara teratur.c) Suhu udara untuk pertumbuhan miselia adalah 23-28 derajat C dan untuk pertumbuhan tubuh buah adalah 13-15 derajat C. 1.2. Media Tanam Secara tradisional, di Jepang, bibit ditanam di dalam lubang atau garisan di kayu kering. Pengeringan dilakukan dengan tenaga sinar matahari atau listrik. Dalam budidaya modern, media tumbuh berupa kayu tiruan (log) yang dibuat dalam bentuk silinder. Komposisi media ini berupa sumber kayu (gergaji kayu, ampas tebu), sumber gula (tepung-tepungan), kapur, pupuk P dan air. 1.3. Ketinggian Tempat Kondisi di atas lebih mudah dicapai di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl. Kemungkinan budidaya jamur di dataran rendah tidaklah mustahil asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan keperluan jamur. II. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 2.1. Pembibitan 2.1.1. Sumber Bibit a) Sumber alamiDipakai untuk media tradisional. Batang kayu yang telah ditumbuhi jamur dilembabkan, kemudian dirajang sepanjang 5-10 cm dan lebar 1-2 cm. Potongan disebarkan ke batang kayu lain yang dijadikan media tumbuh. b) SporaSpora terbentuk di tudung/payung bagian bawah. Tudung/payung yang berumur 3 hari dihancurkan di dalam air bersih. Cara penggunaan cairan ini ada 2 macam: (1) cairan ini dapat digunakan langsung sebagai bibit; (2) cairan disiramkan ke media yang tersusun dari serbuk gergaji dan kukusan jagung/padi. Setelah diinapkan beberapa hari, miselium akan tumbuh menyelimuti media dan siap digunakan. c) Biakan murniCara ini menghasilkan bibit berkualitas. 1. Siapkan media Potato Dextrose Agar (PDA) yang terdiri atas ekstrakt kentang 1 liter (1 kg kentang digodog dengan 1 liter air, lalu disaring), gula dekstrosa 20 gram, ekstrak ragi 5 gram (dapat diganti dengan 400 ml air ragi tetapi air kentang jadi 600 ml) dan agar-agar batang 20%. Media lain yang bahan mudah didapat terdiri atas 1/4 kg kentang, 1/4 kg bawang bombay, 1/4 kg aci, 1 sendok makan gips dan 3 bungkus agar-agar kecil. Panaskan campuran media tersebut untuk melarutkan agar-agar. Masukkan 15 cc media ke dalam tabung reaksi 25 cc kemudian disterilkan dalam autoklaf pada temperatur 121 derajat C, tekanan 1,5 selama 15 menit atau dengan dikukus pada temperatur 100 derajat C selama 8 jam.Biarkan media PDA sampai hangat tetapi masih cair. Buka sedikit cawan petri bagian atas, masukkan segera media ke dalam cawan petri steril secara aseptik. Tutup cawan petri dengan cepat. Setelah agar membeku, balikkan posisi cawan petri. Media ini disebut dengan media lempeng agar.2. Ambil tubuh buah berumur 3 hari (diameter sekitar 10 cm) yang sehat, mulus dan bagian sisinya tidak berkerut. Lepaskan stipe/bilah di bagian bawah tubuh buah. Ambil potongan bilah dengan pinset steril dan letakkan di tengah media lempeng agar yang telah disiapkan. Inkubasikan media di dalam inkubator pada temperatur 28 derajat C. Pada hari ke 2, miselium mulai tumbuh dan pada hari ke 5 seluruh permukaan media tertutupi miselium. Biakan murni ini disebut dengan bibit F1. 3. Pengerjaan seluruh proses di atas harus aseptik/bersih untuk menghindari tumbuhnya jamur yang tidak dikehendaki. Sebelum digunakan alat-alat berupa pisau atau pinset harus dibakar di atas api. Sebaiknya pengerjaan dilakukan di dalam laminar flow atau transfer box yang dijamin kebersihannya. 4. Pembiakan murni jamur tiram ini sudah dibuat di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Unpad, Jurusan Biologi ITB dan PAU Mikrobiologi ITB. Bibit jamur murni bisa disimpan sampai 6 bulan pada temperatur sekitar 4 derajat C. 2.1.2. Pembuatan Bibit Jamur F2 Bahan-bahan untuk media bibit F2 adalah:a) Jagung tumbuk atau padi bergabah = 60%.b) Serbuk gergaji = 38%.c) Kapur = 0,5-1%.d) Gips = 0,1-1%. Sebelum dicampurkan, jagung tumbuk/padi direndam semalam dan dikukus 2 jam sampai mekar. Media dimasukkan ke dalam toples bekas jam.Satu lempeng agar bibit F1 dibagi menjadi delapan bagian. 1 bagian dimasukkan ke dalam media di atas dengan miselium menempel pada media. Setelah 2-4 minggu seluruh media ditumbuhi miselium dan siap ditanam ke log. 2.1.3. Pembuatan Bibit Jamur F3 Walaupun bibit F2 lebih baik daripada F3, banyak petani jamur yang menggunakan bibit F3 untuk ditanamkan ke dalam log. Media untuk bibit F3 berupa log dengan komposisi media dan cara pembuatan yang sama dengan log produksi, hanya ukuran plastiknya sekitar 1 kg. Bibit F3 dibuat dengan menambahkan 2 sendok makan bibit F2 ke bagian atas log, lalu diinkubasikan selama 1 bulan sampai miselium memenuhi seluruh permukaan log. Bibit F3 siap ditanamkan ke log produksi. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan steril di dalam laminar flow atau transfer box. 2.2. Pengolahan Media Tanam 2.2.1. Persiapan Untuk 80 log diperlukan bahan-bahan seperti di bawah ini:a) Serbuk gergaji atau ampas tebu halus=100 kgb) Tepung jagung=10 kgc) Dedak halus=10 kgd) Pupuk SP36=0,5 kge) Gips=0,5 kgf) Air=50-60% Bahan-bahan kecuali air dicampur merata, tambahkan air sampai media dapat dikepal. 2.2.2. Pembuatan Log Media dimasukkan ke dalam kantong plastik tahan panas kapasitas 1,5-2 kg sampai Media harus dipadatkan agar terbentuk log yang baik. Ikat mulut plastik dengan karet tahan panas dan sterilkan. 2.2.3. Sterilisasi Log Sterilisasi perlu dilakukan agar media bebas dari mikroba lainnya. Terdapat dua cara sterilisasi yaitu: a) Sterilisasi pada temperatur 100 derajat C selama 8 jam dengan cara mengukus. Biasanya digunakan drum kapasitas 50 log yang dipanaskan dengan kompor minyak tanah. b) Sterilisasi pada temperatur 121 derajat C selama 15 menit dengan menggunakan otoklaf atau dandang bertekanan uap. 2.3. Teknik Penanaman 2.3.1. Penanaman Bibit Buka bagian atas log yang telah disterilkan. Hamparkan 1-2 sendok makan bibit jamur F3 atau F2. Gunakan sendok yang telah dipanaskan di atas api. Rapatkan kembali plastik bagian atas. Masukkan cincin dari bambu berdiameter 3 cm dan tinggi 1 cm ke dalam plastik yang dirapatkan tersebut. Isi lubang yang terbentuk dengan kapas. Tutup kapas beserta cincin dengan kertas koran dan ikat. 2.3.2. Penyimpanan Log Jika kita akan menyimpan log di dalam bangunan maka masa tanam jamur tiram tidak diatur oleh kondisi iklim dan dapat dilakukan setiap saat. Log yang sudah ditanami bibit harus disimpan di tempat yang menunjang pertumbuhan miselium dan tubuh buah. Bangunan untuk menyimpan log dapat dibuat permanen untuk budidaya jamur skala besar atau di dalam bangunan semi permanen. Tempat pemeliharaan jamur dibuat dengan ukuran 10 x 12 m2 yang di dalamnya terdapat 8 buah petak pemeliharaan berukuran 5,7 x 2,15 m2. Jarak antar petak 40-60 cm. Di dalam setiap petak dibuat rak-rak yang tersusun ke atas untuk menyimpan 1.300-1.400 log. Rangka bangunan dapat dibuat dari besi, kayu atau bambu. Kondisi lingkungan yang harus diperhatikan dalam membuat bangunan penyimpanan adalah:a) Temperatur untuk pembentukan miselium adalah 23-28 derajat Cb) Temperatur untuk pembentukan tubuh buah adalah 13-15 derajat Cc) Kelembaban udara 90-96%d) Kadar air log 35-45%e) Udara di dalam tidak tercemari asap/gas. Log disimpan di atas rak dengan posisi tegak atau miring. Jarak penyimpanan diatur sedemikian rupa sehingga tubuh buah yang tumbuh dari satu log tidak bertumpang tindih dengan tubuh buah yang lain. 2.4. Pemeliharaan Tanaman 2.4.1. Pemeliharaan Log Log yang akan membentuk miselium dan tubuh buah harus dipelihara. Pemeliharaan berhubungan dengan menjaga lingkungan agar tetap optimuma) Kandungan air yang baik 35-45%. Kekurangan air menyebabkan miselium tidak membentuk tubuh buah karena kekeringan dan kelebihan air menyebabkan tumbuhnya jenis jamur lain yang tidak diinginkan. b) Cahaya. Perkembangan miselium dan tubuh buah akan terhambat dengan adanya cahaya langsung. Tempat penyimpanan harus tetap teduh dan sinar matahari tidak masuk secara langsung ke dalam ruangan. 2.4.2. Pembentukan Miselium dan Tubuh Buah a) Penumbuhan Miselium.Miselium akan tumbuh memenuhi permukaan log setelah penyimpanan selama kurang lebih 1 bulan. Selama jangka waktu tersebut, temperatur dan kelembaban harus optimal. Pengaturan temperatur dan kelembaban dapat dilakukan dengan cara:1. Menyemprotkan air dengan sprayer ke dinding-dinding bangunan penyimpanan dan ke ruang di antara jajaran log. 2. Menyemprotkan air dengan sprinkel bernozel halus. b) Pembentukan tubuh buah pertama.Setelah miselium tumbuh sempurna, lepaskan cincin log dan buka plastik bagian atas sehingga seluruh permukaan atas log kontak dengan udara. Pada waktu ini diperlukan raising yaitu pengaturan lingkungan agar tubuh buah tumbuh. Raising dilakukan dengan:1. Menurunkan temperatur ruang menjadi 13-15 derajat C dengan menggunakan pengatur temperatur (Air Conditioning) atau menyemprotkan air dengan nozel halus secara intensif.2. Menurunkan temperatur dan sekaligus menyemprotkan bahan yang mengandung hormon pertumbuhan ke permukaan log yang kontak dengan udara. Air kelapa atau ekstrakt toge dapat dipakai sebagai sumber hormon tsb. Dengan cara ini pertumbuhan tubuh buah akan mencapai dua kali lipat dibandingkan cara pertama. Tubuh buah pertama terbentuk setelah 3-5 hari pembukaan. c) Pembentukan tubuh buah selanjutnyaSetelah tubuh buah pertama dipanen, turunkan bukaan plastik sampai ½ bagian log. Kadang-kadang calon bakal buah sudah tumbuh di bawah plastik yang belum terbuka. Bagian plastik tersebut harus dilubangi untuk memberi kesempatan tubuh buah keluar dan tumbuh. Pembukaan log sebaiknya tidak dilakukan sekaligus, terutama pada budidaya skala besar. Jarak pembukaan satu kelompok log dengan kelompok lainnya ditentukan sedemikian rupa sehingga setiap hari ada tubuh buah yang dipanen. Pembukaan log yang bertahap akan menjamin kelangsungan produksi. 2.5. Hama dan Penyakit 2.5.1. Hama Hama yang banyak terdapat di tempat budidaya jamur adalah serangga baik berupa kumbang atau kutu. Pencegahan dengan sanitasi lingkungan atau, alternatif terakhir, penyemprotan insektisida. Perlu diingat bahwa residu insektisida akan menempel di tubuh buah sehingga jamur yang dipanen harus dicuci bersih di air mengalir. Pencucian dapat menyebabkan penurunan kualitas jamur kalau kelebihan air tidak langsung dihilangkan dengan cara ditiriskan. 2.5.2. Penyakit Penyebab timbulnya penyakit adalah sterilisasi yang tidak sempurna, bibit yang tidak murni, alat yang kurang bersih dan kandungan air media terlalu tinggi. Penyakit berupa tumbuhnya jamur lain seperti Mucor, Rhiozopus, Penicillium dan Aspergillus pada log. Serangan jamur-jamur tersebut dicirikan dengan timbulnya miselium yang berwarna hitam, kuning atau putih dan timbulnya lendir. Pertumbuhan jamur tiram menjadi terhambat atau tidak tumbuh sama sekali. Serangan dapat terjadi di log yang belum atau sudah dibuka. Pengendalian dilakukan dengan memperbaiki kultur teknis dan meningkatkan kebersihan lingkungan pada saat pembuatan media dan bibit serta lingkungan bangunan penyimpanan. 2.6. Panen 2.6.1. Ciri dan Umur Panen Jamur tiram Pleurotus adalah jamur yang rasanya enak dan memiliki aroma yang baik jika dipanen pada waktu umur muda. Panen dilakukan setelah tubuh buah mencapai ukuran maksimal pada 2-3 hari setelah tumbuh bakal tubuh buah. 2.6.2. Cara Panen Pengambilan jamur harus dilakukan dari pangkal batang karena batang yang tersisa dapat menimbulkan busuk. Potong jamur dengan pisau yang besih dan tajam dan simpan di wadah plastik dengan tumpukan setinggi 15 cm. 2.6.3. Periode Panen Panen dilakukan setiap hari atau beberapa hari sekali tergantung dari jarak pembukaan log-log. Dari satu log akan dihasilkan sekitar 0,8-1 kg jamur. 2.7. Pascapanen 2.7.1. Penyortiran Setelah dipanen, batang tubuh buah dipotong. Pisahkan jamur yang rusak dari jamur yang baik, pisahkan pula jamur sesuai dengan ukurannya. 2.7.2. Penyimpanan Setelah penyortiran, buang kotoran pada jamur tanpa mencucinya. Simpan di dalam wadah bersih dan tempatkan di kamar dengan temperatur 15 derajat C. Jamur dapat tetap segar selama 5 x 24 jam. Sebelum pengemasan, jamur dapat disemprot dengan larutan natrium bisulfit 0,1-0,2% yang menghambat pembusukan 2.7.3. Pengemasan Pengemasan dilakukan dalam:a) Kantung plastikb) Kantung plastik yang divakum (udara dikeluarkan)c) Wadah plastik putih dan ditutup dengan plastik lembaran tipis. 2.7.4. Penanganan Lain a) Pengeringan. Jamur direndam dalam air bersih, atau cuci dengan air mengalir lalu diiris tipis atau dibiarkan seperti adanya. Masukkan ke dalam air mendidih sebentar, lalu tiriskan. Keringkan jamur di dalam oven listrik/ minyak tanah. b) Penambahan senyawa pengawet. Jamur utuh dibersihkan dari kotoran jika perlu dengan air mengalir. Rendam dalam asam sitrat 0,1% selama 5 menit. Cuci dengan air mengalir. Masukkan ke dalam larutan yang terdiri atas garam dapur (15%), garam sitrat (0,5%), SO2 (1%), kalium bikarbonat (0,1%) dan kalium metabisulfida (<1%) selama 10-15 menit. Tiriskan kembali. Jamur akan awet selama 2 minggu tanpa pengepakan dan 1 bulan bila langsung dipak cara vakum. Truk pengangkut jerami padi itu berhenti di depan kumbung jamur. Seorang pekerja bergegas mengangkat dan mencelupkan jerami ke drum berisi air panas. Lima detik kemudian, ia mengangkat jerami dan menebarkan di atas jaring kawat. Setelah tiris, ia menambahkan 300 g dedak dan 40 g kapur pada 2 kg batang padi kering itu yang dimasukkan ke dalam plastik ukuran 5 kg.

Jerami padi itu lazim dimanfaatkan sebagai media tumbuh jamur merang Volvariella volvacea. Namun, Adi Yuwono, pekebun di Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggunakannya sebagai media jamur tiram. ‘Merang itu pengganti serbuk gergaji kayu,’ kata Adi Yuwono. Penggunaan media itu memang kontras.

Sebagai jamur kayu, tiram biasanya tumbuh di atas media serbuk gergaji kayu tertentu. Ide menggunakan jerami untuk media tanam tiram terlintas ketika Adi pulang kerja melalui Soreang-Ciwidey.Di sana memang terdapat tumpukan jerami. Sarjana Pertanian alumnus Universitas Islam Nusantara itu yakin merang kaya serat dan selulosa seperti serbuk kayu. Ia menguji coba media tanam ‘baru’ itu dengan menanam bibit tiram di 100 baglog jerami. Hasilnya? Total produksi sebuah baglog berbobot 1,2 kg itu mencapai 275 g. Baglog itu berproduksi selama 6 bulan. Itu berarti produktivitas tiram bermedia jerami sama dengan tiram bermedia serbuk gergaji.
 Tingkatkan laba
Selain memanfaatkan jerami baru, pekebun juga dapat menggunakan media bekas penanaman jamur merang. Caranya dengan menebar media itu di atas permukaan lantai untuk mengurangi kadar air. Kadar air berlebihan memicu tumbuhnya cendawan patogen. Setelah itu Adi menambahkan 15-25% serbuk gergaji dari total jumlah kompos, 2,5% bekatul, 1-1,5% kalsium karbonat atau kapur, 0,5% gips, dan 0,25% pupuk TS. Pemanfaatan ‘limbah’ jamur merang sebagai media jamur tiram itu menghasilkan produksi tinggi, 121 g/baglog.

Selain produktivitas tinggi, kelebihan penggunaan jerami antara lain diperoleh tanpa membayar sepeser pun. Sebab, jerami merupakan limbah yang biasanya teronggok di tepi sawah. Makanya, biaya yang dikeluarkan hanya ongkos pengangkutan yang sama dengan pengangkutan serbuk gergaji. Hasilnya, ‘Bisa menghemat 50% biaya produksi,’ kata ayah 2 anak itu. Jika media serbuk gergaji kayu membutuhkan biaya Rp700/baglog, jerami padi hanya Rp350/baglog.

Pengurangan biaya produksi sangat penting. Sebab, ada saatnya harga jual jamur tiram cenderung stagnan bahkan turun. Jika menjelang puasa dan lebaran jamur tiram mencapai Rp7.000-Rp8.000/kg; hari biasa harganya anjlok menjadi Rp5.000-Rp5.500. Media serbuk kayu komponen biaya tertinggi dalam produksi. Oleh karena itu, Adi rajin mencari dan menoba berbagai media alternatif. Melalui pencarian literatur di dunia maya, diketahui universitas di Korea Selatan telah menggunakan jerami padi sebagai media oyster mushroom itu. Hasil percobaan membuktikan media merang meningkatkan 100% produktivitas dibanding media serbuk gergaji. Karena tertarik, Adi langsung mengaplikasikannya. Pada saat yang sama, Adi juga membuat baglog bermedia jerami berbentuk mirip baglog konvensional.

Dua kilogram jerami dikomposkan terlebih dahulu selama tiga hari. Setelah itu dicampur dedak 250 g, kapur 200 g, dan dipadatkan dalam plastik baglog. Sayang, produktivitasnya hanya 121 g/baglog. Itu pun hanya bisa dipakai satu kali produksi. Sudah begitu, jerami yang dipadatkan punya banyak kelemahan. Dari segi teknologi, butuh alat pengempa agar padat. ‘Alatnya mirip pengempa batubara, berbeda dengan alat pengempa serbuk kayu,’ kata Adi. Di lain pihak, plastik yang digunakan mesti tebal agar tidak cepat bocor akibat penekanan. Selain itu, penumpukan jerami saat pengomposan menyebabkan serangga mudah hinggap dan meletakkan telur. Akibatnya, pertumbuhan jamur terhambat dan produktivitasnya rendah. Kelemahan lain, telat panen. Jika sistem konvensional pin head keluar setelah 15-17 hari dari masa inkubasi 30 hari. Jamur tiram dengan media jerami dipadatkan butuh waktu 30 hari pinhead keluar dari baglog.
 Banyak media
Hasil penelusuran Trubus di dunia maya, penggunaan merang sebagai media jamur tiram telah diteliti Ruihong Zhang dari Biological and Agricultural Engineering Department, University of California, Amerika Serikat sejak 2001. Sejak itu, bermunculan penelitian penggunaan berbagai media pengganti serbuk gergaji. Media lain seperti daun pisang, tongkol jagung, klobot jagung, dan gabah padi diteliti Obodai Mcleland-Okine dari Food Research Institute, Ghana. Hasilnya, daun pisang, tongkol jagung, klobot jagung, dan gabah padi dapat memproduksi jamur tiram 111,5 g, 87,8 g, 49,5 g, dan 23,3 g sekali produksi. Masing-masing bahan bisa digunakan 2-3 kali per baglog.

Hasil itu memang kecil dibandingkan menggunakan serbuk gergaji yang mencapai 183,1 g dan jerami padi 151,8 g. Penyebabnya, jumlah lignoselulosa, lignin, dan serat pada serbuk gergaji dan merang lebih tinggi. Media tiram lain diteliti E Peker dari Faculty of Technical Education, Mugla University, Turki. Ia menggunakan media limbah kertas ditambah gambut, kotoran ayam, dan gabah. Campuran itu terbukti mempercepat pertumbuhan miselium, hanya 15,8 hari; serbuk gergaji mencapai 30,4 hari. Tudung pun diperoleh pada hari ke 21,4, dan sempurna setelah 25,6 hari dengan produktivitas 350,2 g. Menurut E Peker, besarnya tudung dan kecepatan tumbuh dipengaruhi tingginya nutrisi asal 20% gabah. Lain lagi hasil penelitian Raul J. H. Castro-Gomez dari Biotechnology Prog, Universidade Estadual de Londrina, Brazil. Penggunaan ampas tebu sebagai media jamur dapat mempercepat pertumbuhan jamur dibandingkan media lain. Penyebabnya, ampas tebu mengandung veratil alkohol yang menstimulasi peningkatan tumbuh jamur. Tanpanya, produktivitas turun 50% dan waktu 30% lebih panjang. ‘Hampir semua limbah pertanian berpotensi menjadi media jamur tiram,’ kata Adi Yuwono. Dengan begitu biaya produksi dapat ditekan dan melambungkan keuntungan petani.
 Sumber: Trubus, Desember 2007

Cara alami menghilangkan bekas luka yang sudah lama

BEKAS luka mulai dari terpotong pisau dapur saat memasak, cidera, hingga bekas jerawat seringkali tidak bisa hilang. Namun sebenarnya, bekas luka ini merupakan bukti bagaimana tubuh memperbaiki dirinya sendiri dari cidera. Meskipun bekas luka tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi tentunya sangat mengganggu penampilan kulit. Bagaimana cara mencegah dan menghilangkan bekas luka di kulit? Berikut beberapa cara alami yang bisa Anda coba di rumah.

Lidah buaya. Oleskan gel lidah buaya ke area luka yang masih baru terluka. Cara ini efektif mencegah pembentukan luka permanen.

Pasta kayu cendana. Buatlah pasta campuran dari kayu cendana dengan air mawar. Oleskan pasta tersebut ke area bekas luka di malam hari dan bersihkan di pagi harinya. Metode ini dinyatakan sebagai salah satu cara terbaik menghilangkan bekas luka.

Jus lemon. Jus lemon merupakan pemutih alami dan bisa membantu menyamarkan bekas luka dan belang-belang di kulit.

Rebusan kelabat. Didihkan satu sendok teh biji kelabat di dalam 1 liter air selama beberapa menit. Selanjutnya, oleskan air rebusan ke wajah atau area bekas luka di kulit. Cara ini dinyatakan sangat baik menyamarkan bekas luka dan mencegah pembentukan bekas luka akibat jerawat.

Minyak lavender. Oleskan minyak lavender ke area bekas luka dengan menggunakan kapas, 2 kali sehari.

Madu. Salah satu cara yang diklaim paling efektif adalah dengan mengoleskan madu beberapa kali sehari. Cara ini akan membuat kulit tampak bercahaya secara alami serta sekaligus mengangkat bekas luka.

Jus ketimun. Oleskan jus ketimun ke area bekas luka dan biarkan selama 15 menit sebelum membasuh muka dengan air dingin.

Larutan campuran. Buatlah larutan dari 1 sendok makan  krim susu asam (pilihlah yang bebas lemak untuk muka berminyak), 1 sendok makan yogurt, 1 sendok makan oatmeal yang telah dihaluskan dan beberapa tetes jus lemon. Oleskan larutan ke muka dan biarkan 10 menit sebelum dibersihkan. Cara ini efektif mengangkat bekas-bekas luka di wajah.

Minyak kelapa. Cobalah memijat area bekas luka dengan minyak kelapa. Cara ini bisa menyamarkan tetapi tidak bisa menghilangkan sepenuhnya.

Pasta kacang polong hitam. Buatlah pasta dari campuran kacang polong hitam dengan kayu cendana. Kemudian oleskan ke area bekas luka dan biarkan sepanjang malam. Keesokan harinya bersihkan dnegan air dingin. Cara ini dinyatakan efektif menghilangkan bekas luka.

Minyak zaitun. Oleskan minyak zaitun ke area bekas luka. Cara ini juga bisa membantu mengangkat bekas luka.

Teh hijau. Basahi kapas dengan teh hijau kemudian oleskan ke bekas luka. Ini merupakan cara alami yang bagus menghilangkan bekas luka.

Daun mint. Ambillah beberapa lembar daun mint kemudian haluskan. Selanjutnya ambillah sari dari daun mint yang telah dihaluskan dengan menggunakan kain. Selanjutnya oleskan ke wajah atau area lain yang memiliki bekas luka. Cara ini bisa  membantu menghilangkan bekas luka.
mediaindonesia.com

Pada beberapa orang bekas luka dapat mengakibatkan terjadinya keloid ataupun juga bisa menimbulkan bercak hitam.

keloid berujud seperti daging tumbuh dan susah di hilangkan, untuk mengantisipasi harus sedini mungkin sejak terdapat luka. kalau seseorang ada bakat keloid dan harus di lakukan jahitan luka, maka setelah di jahit harus di beri salp khusus untuk menghilangkan efek terjadinya keloid. kalau sudah terlanjur, dan memang perlu, area yang ada keloid bisa di sayat ulang dan di jahit lagi lagi lalu di lakukan perawatan spt di atas.

untuk bercak hitam, bisa kita lakukan perawatan tradisional sampai medis.
untuk yang tradisional contohnya denga air teh yang kita oles oleskan secara rutin dsb.
untuk yang medis dapat kita gunakan pemutih, tentu saja harus kita perhatikan tata cara penggunaannya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List