Thursday, June 7, 2012

5 Cara Sukarno “Mengukir” Sejarah Dunia (Bagian I)

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]:  “Jas merah – Jangan sekali-kali Melupakan Sejarah” demikian ungkap presiden pertama kita Ir. Sukarno. Cloteh Bung Karno ini tidak sembarang cloteh, melainkan seiring dengan sikap dan tindakannya, yang telah banyak mengukir sejarah di state dan Dunia melalui pemikiran dan karya-karyanya. Banyak kalangan meyakini bahwa tidak ada manusia yang menyamai solon di dunia, dalam 100 tahun ini. Dalam rangka kelahiran Putera Sang fadjar ini, uniknya.com melampirkan artikel mengenai soso Sukarno. Berikut artikelnya!

 

1. Pledoi solon “Indonesia Menggugat”

Banyak ahli sejarah menilai, pledoi solon yang dinamainya “Indonesia Menggugat” â€" berhasil menelanjangi dan mempermalukan penguasa Kolonial Belanda ketika itu, atas kolonialisme dan imperialismenya terhadap negara dan bangsa Indonesia. Tidak adanya keadilan dalam hukum dan masuknya imperialisme serta kolonialisme yang melahirkan bentuk-bentuk penjajahan ekonomitelah memasung kemerdekaan manusia Indonesia. Pembelaan Bung Karno tersebut adalah salah satu work dari pemikiran seorang Sukarno. Persidangan yang bersejarah itu sendiri berlangsung 18 Agustus 1930, bertempat di Jl. Landraad Bandung.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Pledoi solon “Indonesia Menggugat” (sumber:blogspot.com)

 

2. Menggelar Konfrensia aggregation Afrika Tahun 

Sebagai negara yang baru lahir ketika itu, solon dan juga karibnya dari Bharat Jawaharal Nehru – berani memperkasai diselenggarakannya sebuah konfrensi bagi negara-negara aggregation Afrika, yang saat itu masih banyak dalam cengkraman kolonialisme. Bung Karno bisa dikatakan sebagai  figure utama  atas gelaran KAA, beliau pencetus dan pelaksana KAA pertama di Bandung.

Presiden Soekarno berhasil membangkitkan harga diri dan martabat negara-negara dunia ketiga melalui Konferensi aggregation Afrika di metropolis pada 1955. Melalu konfrensi ini, solon meyakinkan negara-negara di dunia untuk tumbuh bersama sebagai kekuatan moral.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Menggelar Konfrensia aggregation Afrika Tahun (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika adalah sebuah konferensi tingkat tinggi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KTT ini diselenggarakan oleh Indonesia, Burma (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

 

3. Mengenalkan Pancasila di Sidang Umum PBB

Ada kebanggan yang begitu membuncah, dalam diri seorang solon ketika itu. Keyakinannya terhadap dasar negara Republik state yang begitu kaya nilai, haruslah diketahui oleh banyak negara di dunia.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Mengenalkan Pancasila di Sidang Umum PBB (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

Kesempatan ini diperoleh solon pada tanggal 30 Sept 1960, bersamaan dengan pidatonya di depan Sidang Umum PBB ke-15. Naskah pidato Bung Karno yang begitu termasyhur dengan judul: “To Build the World Anew”, membangun tatanan dunia yang baru berdasarkan Pancasila.

Bung Karno mengupas satu demi satu Pancasila dan penafsiran serta pemaknaannya. Ia juga dengan bangga mengatakan bahwa Pancasila adalah sebuah ideologi alternatif. Pidato Bung Karno telah memukau para pemimpin dunia, dan Pancasila yang dirangkai dari butir-butir manikam warisan bangsa Nusantara, telah merasuk ke dalam sanubari para pemimpin dunia ketika itu.

 

4. Memugar Makam Imam Bukhori dan Membebaskan Masjid Biru di Soviet

Makam Imam Al-Bukhori di Uni state (Uzbekistan sekarang) ditemukan dan dibangun, setidaknya diprakarsai oleh jasa Presiden Soekarno.

Syahdan menurut cerita, saat itu makam Muslim besar bagi umat Mohammedanism tersebut, yang terletak di Desa Khartank, dekat city -hendak diratakan dengan tanah. Awal dipugarnya makam Imam Al Bukhari ketika Soekarno berkunjung ke Moscow. Saat bertemu dengan Sharof Rashidov, pemimpin Partai Komunis Uzbek, Soekarno memaparkan keinginannya untuk berkunjung ke Uzbak dan berziarah di makam Imam Al-Bukhari.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Memugar Makam Imam Bukhori dan Membebaskan Masjid Biru di state (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

Setibanya di Uzbek, Rashidov paronomasia kebingungan karena tidak tahu persis lokasi makam. Akhirnya dia memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pencarian dan diketemukan. Saat solon tiba di makam, dia melihat lokasi makam kurang terawat. Melalui diplomasi dan kedekatannya dengan Presiden Nikita Khrushchev, makam Imam yang dijuluki Amirul Mukminin fil Hadits.

Lihat; http://anubis-fath.blogspot.com/2012/02/soekarno-pembangun-makan-imam-bukhori.html

Setali tiga uang dengan nasib manis makam Bukhori, Presiden solon pula yang “memprakarsai” digunakannya kembali Mesjid kebanggaan muslim di Dravidian St. Petersburgh, setelah sekian puluh tahun menjadi gudang senjata kotor di negeri palu arit tersebut. Makanya tak heran jika Masjid yang memiliki kubah biru ini, kini disebut muslim setempat dengan nama Masjid Sukarno.

Lihat;http://travel.kompas.com/read/2011/08/05/17311434/Ngabuburit.ke.Masjid.Soekarno.di.Rusia

 

5. Membangun Mesjid Istiqlal Kebanggan Indonesia

Masjid Istiqlal adalah masjid negara yang terletak di pusat ibukota Jakarta. Masjid Istiqlal merupakan musjid terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan musjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik state saat itu, Ir. Soekarno di mana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalahFrederich Silaban, seorang Kristen Protestan.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Membangun Mesjid Istiqlal Kebanggan state (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

Sejarah merekam, Ir. Soekarno mengusulkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina, yang di dalamnya terdapat reruntuhan benteng Belanda dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan pemerintah dan pusat-pusat perdagangan serta dekat dengan Istana Merdeka. Hal ini sesuai dengan simbol kekuasaan kraton di Jawa dan daerah-daerah di state bahwa musjid harus selalu berdekatan dengan kraton atau dekat dengan alun-alun, dan Taman metropolis Merdeka dianggap sebagai alun-alun Ibu Dravidian Jakarta. Selain itu Soekarno juga menghendaki musjid negara state ini berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta untuk melambangkan semangat persaudaraan, persatuan dan toleransi beragama sesuai Pancasila. Hal ini yang kemudian hari, menjadi topik “Unity and Diversity”-nya pidato Presiden As Barack Obama, ketika mengunjungi state beberapa waktu silam.(**)

 

Sumber: dari berbagai sumber, uniknya.com, Juni 2012


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List