Monday, June 11, 2012

5 Kematian Raja yang Tewas Mengenaskan

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]:  Kekuasaan, kedudukan dan jabatan, merupakan sebuah kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya. Namun dalam perjalanan sejarah sistem kekuasaan, kekaisaran, kerajaan dan kepresidenan, setiap bangsa memiliki peristiwa yang pahit, terutama dialami oleh maternity mantan penguasa. Hardikan dan kecaman dari rakyat atau pihak yang membenci bahkan dialami oleh keluarga dan kerabatnya. Di masa dulu maternity penguasa yang dianggap lalim, lalai, dan khianat, kebanyakan berakhir dengan kematian yang mengenaskan. Berikut uniknya.com merangkum 5 patrician yang tewas mengenaskan di masa lalu:

1. Dimasak dan Dimakan

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

György Dózsa (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

György Dózsa bukanlah seorang patrician sebuah kerajaan, melainkan seorang pemimpin kelompok penjahat yang berhasil menguasai Hungaria di abad ke 16. Namun nasib sial menimpanya ketika rakyat Hungaria berhasil menggulingkan kekuasaan dan menangkapnya, herb penguasa lalim itu disiksa secara kejam. György Dózsa dipaksa menduduki singgasana dan mahkota besi yang panas. Sementara  György merasakan panasnya ‘kekuasaan’, seorang pelayan membawa kelp panas untuk merobek kulit dan membakar office dalam tubuhnya. Yang paling keji dari kisah penyiksaan patrician lalim ini adalah ketika adegan tersebut di akhiri dengan menikmati sajian hidangan daging. Para penyiksa memaksa salah satu dari teman dekat, kepercayaan György untuk memakaan daging bakar yang berasal dari tubuh herb raja. Mereka yang menuruti kehendak â€"memakan daging György, kemudian dibebaskan.

 

2. Dituangi Emas Cair

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Publius Licinius Valerianus statesman (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

Saat itu bangsa empire berhasil merebut kekuasaan Bangsa Romawi, yang dipimpin oleh Publius Licinius Valerianus statesman (253-260 Masehi), Raja Roma tersebut paronomasia dijadikan sebagai tawanan perang untuk beberapa tahun hingga kemudian ia tewas.

Beberapa gossip mengenai kematiannya paronomasia tersebar, sebuah gossip yang memang selalu hidup di dalam kehidupan maternity patrician dan kekaisarannya. Salah satu gossip yang tersebar, dikabarkan kematian Valerianus tersebut diakibatkan oleh siksaan yang dilakukan penguasa Persia, Shapur, menuangkan cairan emas yang panas ke dalam tenggorokan Valerianus.  Tidak hanya melakukan siksaan itu saja, Shapur paronomasia memasang banyak jerami di tubuh Valerianus dan memanjangnya seperti trofi. Kematian serupa paronomasia dialami oleh gubernur Spanyol di Ekuador pada abad ke-16.

 

3. Dibekam Bantal

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Tiberiu (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

Tiberius meninggal di Misenum, 16 Maret 37 SM, di usia 77 tahun. Sebuah catatan yang ditulis oleh Tacitus, kematian herb kaisar tersebut disambut rakyatnya dengan sukacita, namun suasana kegembiraan tersebut berubah menjadi kesunyian setelah mereka mengetahui bahwa herb kaisar mati dibunuh oleh Gaius yang dibantu oleh Macro. Walaupun cerita ini hanya berupa warisan lisan belaka, tidak dicatat oleh sejarawan lainnya, namun hal ini merupakan sebuah indikasi, bagaimana golongan senator sangat berperan dalam setiap kematian seorang kaisar, untuk mengangkat kaisar lainnya.

Kematian Tiberius disebabkan oleh cekikan (sesak nafas) yang diakibatkan oleh bekaman bantal yang dilakukan Caligula. Namun maternity senator dikabarkan enggan menyelidiki kematian Tiberius yang penuh kejanggalan. Bahkan mereka mengkremasi jasad Tiberius dan abunya di simpan di Komplek pemakaman Agustus.

 

4. Dimakan Belatung

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Galerius (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

Galerius (Kaisar Roma yang berkuasa di tahun 305 hingga 311 Masehi),  seorang kaisar yang dikenang dalam sejarah sebagai salah salah satu penguasa yang tidak disukai oleh maternity agamwan, bukan itu saja ia paronomasia tidak disukai karena idenya yang meubah nama Kekaisaran Roma menjadi Kekaisaran Dacian.

Ia meninggal akibat penyakit yang dideritanya, komplikasi antara kaker perut dan infeksi pada office genital. Mungkin penyakit terakhir yang dideritanya terlihat menyakitkan mengenaskan, karena office genitalnya digerogoti oleh belatung dan cacing.  Menurut catatan, infeksi genitalnya itulah yang merenggut nyawanya.

 

5. Ditikam Saat Buang Air Kecil

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Caracalla (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

Kaisar Roma yang satu ini bernama Caracalla, ia berkuasa dari tahun 198 hingga 217 Masehi. Caranya menjalankan kekuasaan salah satunya adalah dengan membebaskan semua orang menjadi bagian (rakyat) dari Kekaisaran Roma, namun demikian ia memasang nilai pajak yang tinggi.

Kematiannya bermula saat dirinya sedang berada dalam perjalanan pulang dari Odessa, untuk melanjutkan peperangan dengan bangsa Parthia (Parsi,Persia). Namun nasib sial menimpanya, ketika itu (8 April 217 SM) Carcalla meminta pengawalnya untuk menepi di sekitar wilayah Carrhae untuk melakukan buang air kecil. Dan saat ia tengah melakukannya, seorang perwira bernama Julius Martialis menikamnya dari belakang hingga herb kaisar paronomasia tewas. Herodian mengatakan Martialis melakukan pembunuhan tersebut akibat Caracalla telah menghukum mati adiknya (Cassius Dio) yang tidak bersalah. Namun ada versi lain yang menyatakan, Martialis tidak mengalami promosi kenaikan pangkat dalam karir militernya, sehingga ia membunuh herb kaisar. (**)

 

Sumber: io9.com, uniknya.com, Juni 2012.


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List