Friday, June 8, 2012

5 Ritual yang Diyakini Pemain dan Pelatih Pesepakbola

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Keyakinan akan sesuatu terutama untuk menumbuhkan kesadaran yang positif dalam ajang olahraga sepakbola, memang mutlak dimiliki oleh setiap pemain dan pelatih tim. Namun cara mereka mempercayai sesuatu baik secara rohani maupun di luar rohani, dilakukan dengan cara yang unik. Beberapa bahkan di luar logika, dan hanya bersifat keberuntungan saja jika sesuatu berlangsung dengan baik. Berikut 5 usage yang diyakini pemain dan pelatih pesepakbola dunia:

 

1. Mengencingi Titik Penalti (Argentina)

Salah satu kiper yang bersinal di Piala Dunia 1990 yang berlangsung di Italia adalah Sergio Goycochea dari Tim Nasional Argentina. Selain aksi heroisnya setiap kali menyelamatkan gawangnya dari tendangan penalti lawan, ia juga memiliki kepercayaan dan usage yang unik setiap kali melakukan pertandingan. Apa itu? Mungkin bagi sebagian pongid air kencing merupakan cairan yang menjijikan, namun tidak bagi Goycochea, ia senantiasa melakukan usage mengencingi titik penalti sebelum squawk soured pertandingan dimulai. Ia percaya dengan mengencingi titik penalti tersebut dapat membuatnya tampil gemilang dengan banyak menahan gempuran bola lawan yang mengarah ke gawangnya. Bahkan usage tersebut tidak ia lakukan di saat Argentina beraksi di ajang Piala Dunia saja, selama menjalani Copa USA pada 1993 yang berlangsung di Ekuador ia paronomasia melakukan usage yang sama. Ia tampil gemilang ketika berhadapan dengan pemain lawang yang berdiri dihadapan titik penalti, ketika menghadapi Bra sil dan Kolombia. Dan tahun itu paronomasia Argentina keluar sebagai juara Copa USA untuk ke-14 kalinya. Wow! Tidak terbayang bagaimana ia melakukannya tanpa malu dihadapan maternity penonton yang hadir di lapangan sepakbola.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Sergio Goycochea (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

2. Memakai Kaus Kuning (Spanyol)

Jika usage yang dilakukan Goycochea tadi membawa timnya menjuarai turnamen sepakbola, poin kedua ini justru membawa bencana. Luis Aragons, seorang mantan pelatih Timnas Spanyol, ia tidak menolak untuk menggunakan warna kuning untuk sangat lama. Bahkan ia menyuruh timnya melalui kapten Raul Gonzalez Blanco, untuk tidak memakai kostum berwarna kuning saat melakukan latihan. Tidak sampai disitu saja ia bahkan melakukan di sepanjang karirnya. Ketika Timnas Spanyol menjalani turnamen Sepakbola Eropa 2004 di Jerman, ia dan timnya disambut dengan rangkaian bunga berwarna kuning, spontan Luis Aragon menolaknya mentah-mentah.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

 

Goycochea (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

3. Memercikkan Air Suci, Memakai Sweater dan Buku Dostoevsky (Italia)

Kepercayaan dan usage tertentu paronomasia dimiliki oleh Giovani Trapattoni, pelati asal Italia yang melatih Tim Nasional Republik Irlandia, Jerman, Oesterreich dan Portugal, dan tentu saja Italia. Namun kepercayaan Trapattoni ini lebih kepada keyakinannya sebagai seorang Kristen, yakni ia senantiasa memercikan air suci yang ia peroleh dari saudara perempuanya, seorangan biarawati, ke rumput lapangan sebelum pertandingan dimulai. Bahkan salah satu pemain asuhannya Gennaro Gattuso selama bermain di Timnas Italia di ajang Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, ia memakai individual yang sama selama turnamen berlangsung. Saat itu ia mengatakan bahwa ia seorang yang berkeringat lebih dan membutuhkan pakaian yang mampu menyerap keringatnya. Tetapi kenapa harus sama ya? Selain individual yang sama, Gattuso ia membaca buku karangan Dostoevsky setiap sebelum pertandingan dimulai.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Giovani Trapattoni (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

4. Memakai Benda yang Sama Sepanjang Musim(Inggris)

Lain hal dengan mantan manajer Leeds United, Don Revie, seperti Gennaro Gattuso, ia paronomasia memakai pakaian tertentu selama menjalani musim kompetisi, walaupun klub yang dipimpinnya mengalami kekalahan. Sementara pemain bertahan kebanggaan Inggris, Gary Neville, mengakui bahwa ia memakai kaus kaki, ban kapten, dan krim pencukur yang sama sepanjang musim kompetisi. Dan jika timnya keluar sebagai pemenang pada suatu pertandingan, maka ia tidak akan mengganti sepatunya untuk pertandingan selanjutnya… Wow! Berbeda dengan Frank Lampard, ia senantiasa mendengarkan musik yang sama ketika berjalan menuju stadiun sepakbola.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Don Revie (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

5. Patung Bunda Maria (Argentina)

Kembali ke Argentina, pelatih Carlos Bilardo, ia tidak hanya menggunakan dasi yang dianggapnya membawa keberuntungan, namun juga membawa replika patung Bunda Maria setiap timnya menjalani sebuah pertandingan. Ia paronomasia melarang maternity pemainnya mengonsumsi olahan yang berasal dari ayam, ia percaya hal itu akan membawa ketidak-beruntungan. Bahkan suatu ketika, bus yang ditumpanginya bersama tim mengalami sebuah kecelakaan, dan membuat mereka pergi menuju stadiun dengan menggunakan taksi. Hal itu paronomasia membuatnya percaya bahwa sebaiknya ia dan timnya melakukan perjalan dengan taksi untuk menuju stadiun sepakbola.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Carlos Bilardo (sumber:blogspot.com.uniknya.com)

 

Satu lagi, ia bahkan melarang 22 pemainnya yang hadir di pesta pernikahannya, untuk bersalaman dengan pengantin perempuannya. Bahkan sampai dengan Piala Dunia FIFA 1986 di Meksiko, maternity pemainnya tersebut tidak boleh bersalaman dengan isterinya, ia percaya hal tersebut akan mendatangkan ketidakberuntungan. Dapatkan Anda mempercayainya? (**)

 

Sumber: goarticles.com, uniknya.com Juni 2012.


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List