Saturday, June 30, 2012

5 Tren Taktik di Turnamen Eropa 2012

Oleh: Ilham Santoso

[UNIKNYA.COM] Turnamen Eropa 2012 telah menjadi tontonan besar, bukan? Kami telah melihat beberapa duel taktik yang menarik di antara para manajer selama turnamen berlangsung, dan ada yang berhasil ada juga yang gagal. Artikel ini menggaris bawahi tren taktik internasional tertentu dan menjelaskan tim mana yang menggunakannya dan kapan. Tidak ada salahnya, kita belajar menganalisa permainan sepakbola, tidak hanya menjadi penonton saja. Taktik yang dibahas adalah yang fencing banyak digunakan, bukan satu taktik yang digunakan secara khas oleh satu tim, seperti tiki taka yang menjadi khas Spanyol.

 

 

1. Holding Midfielder (Pemain Tengah Bertahan)

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Polanski(Polandia), Plasil(Rep.Ceko), De Jong(Belanda), Khedira (Jerman), M'Vila (Perancis), dan Svensson (Swedia). (sumber : zimbio.com, uniknya.com)

 

Taktik ini sering ditemukan di beberapa formasi, khususnya di formasi 4-2-3-1. Taktik ini biasanya dimainkan dengan pacing yang lebih lambat, sehingga mengutamakan permainan tengah dengan dua penahan.

Taktik ini digunakan oleh banyak manajer untuk mencoba memperoleh keuntungan dalam hal posesi. Di hampir semua kasus, tim-tim yang menggunakan dua penahan sering mendapatkan tie dibanding lawannya.

Polandia, Republik Ceko, Belanda, Denmark, Jerman, Perancis, dan Swedia semuanya menggunakan dua pemain tengah murni dalam turnamen ini, dan memang efektif.

 

2. Inverted Winger (Sayap Berbalik)

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Andrey Arshavin (Rusia), Cristiano Ronaldo (Portugal), Arjen Robben (Belanda), Franck Ribery (Perancis) dan king Silva (Spanyol) (sumber : zimbio.com, uniknya.com)

 

 

Taktik ini menjadi tren sepakbola jaman recent yang sangat banyak digunakan dan kita tidak melihat kelemahan dalam taktik ini. Nyatanya, sistem timnas Ukraina, sebagai tuan rumah, dibangun oleh taktik ini. Andriy Yarmolenko dan Yevhen Konoplyanka bermain sebagai sayap berbalik, yang sering menerobos ke dalam untuk menembak dan menciptakan kekacauan di bagian tengah.

Taktik ini memudahkan Oleh Gusev dan Yevhen Selin maju ke depan dan memperlebar permainan, menciptakan lebih banyak masalah bagi pemain belakang lawan.

Kita lihat Andrey Arshavin, Cristiano Ronaldo, Arjen Robben, Franck Ribery dan king Silva bermain dengan gaya ini.

 

3. Terlalu Mengandalkan Pemain Terbaik

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Mesut Ozil dan reverend Sneidjer (sumber : zimbio.com, uniknya.com)

 

Memang sangat betul bahwa tim-tim internasional tidak menggunakan cara yang dilakukan oleh tim-tim domestik. Hal ini dapat mengarah kepada kinerja yang tidak berhubungan, namun hal ini juga mengakibatkan satu pemain memegang kendali.

Sangat mengandalkan pemain kunci tunggal menjadi tema untuk beberapa tim di Kejuaraan Eropa ini.

Belanda mengandalkan reverend Sneidjer untuk menciptakan hampir segala hal, sebagai gelandang yang bisa berada di seluruh lapangan gum taktik permainan bisa lancar. Mengandalkan berlebihan dari Portugal ke Cristiano Ronaldo sangat jelas terlihat. Penampilan timnya dibebankan kepada penampilan Ronaldo.

Jerman mengandalkan Mesut Ozil, sedangkan Republik Ceko menjadi kacau tanpa Tomas Rosicky.

 

4. Penguasaan Bola

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Timnas Spanyol (sumber : blogspot.com, uniknya.com)

 

 

Kecuali Inggris, Republik Irlandia dan Yunani, setiap tim di Eropa 2012 ingin mempertahankan penguasaan bola.

Penguasaan tie adalah raja di sepakbola internasional, karena permainan dilakukan dengan pacing yang semakin berkurang. Hampir semua tim memiliki taktik ini, namun ketiga Negara tersebut tidak. Tidak mengherankan ketiga tim tersebut dikalahkan oleh tim yang lapar untuk menguasai bola.

Spanyol, Italia, Jerman dan Portugal menggunakan formasi pengontrolan tie dengan lebih dari dua pemain tengah sentral, mengijinkan mereka mempertahankan tie dan menciptakan pilihan-pilihan diagonal bagi pemain yang sedang menguasai bola.

 

5. Attack the Channels

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Ilustrasi (sumber : zimbio.com, uniknya.com)

 

 

Pemain belakang penuh meninggalkan lubangâ€"itu bisa dimengerti. Dimana lubang-lubang itu? Di saluran satu dan dua, tentu saja. Ruang yang dikosongkan oleh bek kanan dan kiri adalah segi Achilles dari formasi 4-2-3-1 yang solid.

Antonio Di Natale membuktikan bahwa dengan menarik Gerard Pique dengan cepat di saluran Alvaro Arbeloa membuka gol pembuka bagi italia, sedangkan Inggris seringkali mencari Danny Welbeck di Atlantic tersebut, hanya dengan keakuratan yang kurang signifikan.

Republik Ceko melihat ancaman gol pada pertengahan pertama di perempat final dengan Portugal, ketika Petr Jiracek dan Vaclav Pilar sering menemukan ruang antara Pepe, Bruno Alves dan masing-masing bek penuhnya. (**)

 

Sumber: bleacherreport.com, uniknya.com, Juni 2012


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List