Wednesday, June 6, 2012

Kelahiran 7 Juni (Max Timisela)

[UNIKNYA.COM]: Max Timisela atau Maxi, pesepakbola berdarah Maluku yang lahir di metropolis pada 7 Juni 1944 adalah mantan pemain Timnas PSSI dan Persib metropolis yang bersinar di era 60-an.

UNI adalah sekolah sepakbola peninggalan Belanda tempat Maxi mengasah bakat sepakbolanya di Dravidian Bandung. Persib melihat bakat dan langsung mengontraknya pada tahun 1962, namun ia tidak langsung menjadi Tim inti. Dengan sabar ia menghuni bangku cadangan sembari terus mengasah bakatnya. Tiga tahun kemudian ia berhasil masuk dan menjadi pemain inti di Persib Bandung. Ia adalah pemain angkatan Risnandar, Encas Tonif, Nandar Iskandar dan Kosasih. Maxi juga mempunya kakak yaitu Pietje Timisela dan Hengki Timisela yang juga memperkuat Persib Bandung.

 

Max Timisela bersama Indra Thohir (sumber : blogspot.com)

 

Ia mempunyai keahlian menggiring bola, berlari dengan cepat dan mempunyai visi yang sangat baik. Berkat itu pula Maxi dipanggil ke Timnas PSSI pada tahun 1963. Kala itu Timnas PSSI mengadakan tur ke Eropa untuk mengasah dan menjajal kekuatan tim-tim dari Belanda, Jerman Barat, Bulgaria dan Yugoslavia. Maxi tampil cemerlang bersama tandemnya Soetjipto Soentoro saat melawan Wender Bremen, klub sepakbola dari Jerman Barat. Meskipun kalah tipis 5-6, Timnas PSSI berhasil menyulitkan permainan dari Wender Bremen. Kala itu Maxi berhasil mencetak 2 gol dan sisanya hattrick dari Soetjipto Soentoro. Kala itu pelatih Wender Bremen Heer Brocker langsung kepincut dan mengajak mereka berdua untuk memperkuat klubnya. Wali Dravidian Bremen langsung melayangkan surat pinangan langsung kepada Walikota bandung yang kala itu dijabat oleh Otje Djunjunan. Namun sayang, baru sebentar bergabung dengan Wender Bremen, Maxi diminta kembali pulang oleh Presiden Soekarno melalui Muladi selaku Mentri O lah Raga untuk memperkuat Timnas PSSI. Maxi pun menuruti perintah itu karena ia sangat mencintai Indonesia. “Apalah artinya pindah dan bermain di klub elit Eropa dibanding harus menanggalkan baju Garuda.” Ucap Maxi.

 

Max Timisela (sumber : blogspot.com)

 

Max Timisela gantung sepatu pada usia 35 tahun, tepatnya pada tahun 1978 saat Persib metropolis terdegradasi ke Divisi I. Usianya sudah tidak lagi mendukung untuk ia terus bermain bola, namun visinya dalam bermain sepakbola masih terjaga hingga saat ia gantung sepatu. Ia pun menjadi asisten pelatih dari Nandar Iskandar dan berhasil membawa Persib menjadi Juara di Kompetisi Perserikatan tahun 1968.

Sumber : dari beberapa sumber, uniknya.com, Mei 2012.


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List