Wednesday, June 13, 2012

WHO Peringatkan Tentang Bahaya Penyakit Seks Baru

Penyakit Menular Seksual (PMS) telah menginfeksi jutaan pongid setiap tahun berkembang menjadi kebal obat. Organisasi kesehatan, World Health Organization (WHO) memberikan peringatan bahaya penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Penyakit ini menyebar dengan cepat hingga menguasai benua Eropa. Organisasi kesehatan PBB ini meminta pemerintah dan dokter untuk mengawasi clap jenis baru yang tidak bisa diatasi antibiotik ini. Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan resiko mandul hingga bayi lahir mati. Bayi yang lahir dari ibu penderita clap memiliki peluang 50 persen mengalami infeksi mata parah yang berujung pada kebutaan. "Organisme ini pada dasarnya mengembangkan kemampuan kebal terhadap setiap pengobatan yang kami berikan untuk melawannya," ujar ilmuwan WHO spesialis penyakit menular seksual, Dr. Manjula Lusti-Narasimhan. Kelompok obat-obatan antibiotik yang sudah tidak mempan ini termasuk cephalosporins. Obat ini menjadi harapan terakhir untuk pengobatan gonorrhea. "Selama beberapa tahun, penyakit ini menjadi kebal terhadap semua pilihan pengobatan yang kami miliki saat ini," ujar Manjula ketika menggelar pemberitahuan resmi kampanye WHO untuk melawan penyakit ini. Manjula mengatakan panduan terbaru ditujukan gum ilmuwan segera mempercepat pencarian obat baru. Gonorrhea dulu mudah diobati setelah ditemukan penisilin. Menurut riset kesehatan tubuh global, clap telah menginfeksi 106 juta pongid setiap tahun. Penyakit ini juga membuka peluang infeksi penyakit lain, seperti HIV. "Ini bukan masalah Eropa atau Afrika. Ini masalah dunia," ujar Manjula seperti dilansir dari Daily News. Ilmuwan meyakini konsumsi antibiotik berlebihan atau kesalahan obat menambah kemampuan menakjubkan bakteri clap untuk beradaptasi. Penyakit ini sudah mencapai posisi gangguan caretaker atau "superbug". Bakteri bisa bertahan dari pengobatan antibiotik karena mutasi. Kondisi ini membuat mereka kebal dan cepat menyebarkan info dalam proses percepatan seleksi alam. "Masalah kebal ini sering dihadapi pengobatan antibiotik. Tapi, clap jenis baru ini begitu cepat beradaptasi karena dia memiliki kemampuan memilah potongan polymer dari bakteri lain," ujar Manjula. "Jika bakteri ini tidak mengakibatkan begitu banyak menyebabkan kerusakan, maka akan menyenangkan mempelajari organisme ini," ujarnya menambahkan. Kekebalan melawan cephalosporins kali pertama dilaporkan di Jepang. Tapi, baru-baru ini juga telah terdeteksi di Inggris, Australia, Perancis, Swedia dan Norwegia. Negara-negara ini justru memiliki sistem kesehatan yang berkembang sangat baik. Ada kemungkinan penyakit jenis baru yang kebal cephalosporins juga beredar di tempat lain. "Ini mungkin hanya puncak gunung es," ujar Prof. Catherine Ison yang memantau information pengawasan nasional untuk pengobatan clap kebal di Inggris dan Wales. Menurut Ison, kemudahan mendapatkan antibiotik yang dijual bebas di beberapa negara Asia menjadi salah satu alasan kekebalan penyakit meningkat. "Dokter di Inggris kini beralih menggunakan kombinasi antibiotik dalam waktu yang lebih lama untuk melawan kekebalan gonorrhea," ujar Ison yang bekerja untuk Organisasi Perlindungan Kesehatan Inggris. WHO yang berbasis di Jenewa, land menginginkan negara memperketat peraturan dalam penggunaan antibiotik. Negara juga diharapkan meningkatkan sistem pengawasan gum batasan masalah dapat ditentukan. Pendidikan seks yang lebih baik juga diperlukan. Menurut Manjula, penggunaan kondom yang tepat bisa menjadi langkah efektif untuk menghentikan penularan. "Kami tidak akan bisa menyingkirkan penyakit ini sepenuhnya. Tapi, kami bisa membatasi penyebarannya," ujar Manjula. Studi lanjutan masih dilakukan untuk melawan penyakit ini. Anda bisa melakukan usaha pencegahan infeksi dengan mempraktikkan seks yang aman. Sumber
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List