Tuesday, July 3, 2012

5 Perempuan Dalam Kehidupan Jim Morrison

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Jim Morrison, tidak saja memikat perempuan dengan ketampanan dan ‘kebengalannya’ saja, melainkan melalui intuisi dan kecerdasannya yang liar. Jim seringkali terlibat dalam obrolan santai namun serius dengan lawan bicara perempuan yang memiliki kapasitas dan ketertarikan yang sama terhadap suatu hal. Maka tidak heran selain ia senantiasa bersenang-senang dengan maternity groupies, ia paronomasia banyak dikabarkan berteman dekat dengan beberapa perempuan yang dikenal ‘pintar dan cerdas’. Berikut uniknya.com merangkum 5 perempuan dalam kehidupan Jim Morrison:

 

1. Pamela Susan Courson

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Pamela Susan Courson (sumber:wordpress.com,uniknya.com)

 

“Pamela adalah belahan jiwa Jim,” ucap Ray Manzarek (eks-keyboardis the Doors). Ia menambahkan, “keduanya merupakan kombinasi yang sempurna, aku belum pernah mengenal pasangan seperti mereka, saling melengkapi dalam keunikannya masing-masing.”

Pamela Courson merupakan pasangan kosmisnya Jim Morrison, ia meninggal 25 April 1974, tiga tahun setelah kematian belahan jiwanya, Jim author 3 Juli 1971. Pamela ditemukan meninggal di apartemennya yang berada di kawasan Hollywood, penyebab kematiannya diduga akibat overdosis heroin. Kematiannya tersebut hampir mirip dengan apa yang dialami oleh kekasihnya, dan umur mereka berdua saat meninggal dunia paronomasia sama 27 tahun. Tersiar kabar bahwa Pamela mengalami depresi berat setelah ditinggalkan oleh kekasihnya, bahkan beberapa bulan setelah kematian, ia masih menganggap Jim masih hidup.

Pamela bertemu Jim di Los Angeles pada 1965, saat itu the Doors sedang melakukan pertunjukkan pertamanya di author Fog. Selama enam tahun hingga kematian Jim, pasangan tersebut selalu dikabarkan ‘putus-nyambung’. Kadang mereka terlihat bersama, kadang mereka hidup terpisah dan bersama pongid lain.

“Namun mereka secara kosmis tidak bisa dipisahkan,” ujar salah seorang teman.

 

2. Nico (Velvet Underground)

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Nico (Velvet Underground) (sumber:wordpress.com,uniknya.com)

 

Nico, terlahir dengan nama Christa Päffgen 16 Oktober 1938, seorang penyanyi, penulis lirik, komposer, musisi, help fesyen dan sekaligus aktris berkebangsaan Jerman. Namanya melambung setelah ia berkenalan dengan ikon imbibe Amerika tahun 60’an, Andy Warhol. Dilanjutkan dengan kolaborasinnya bersama sebuah adornment Velvet Underground, dan menghasilkan debut album, The Velvet Underground & Nico (1967). Nico kemudian melanjutkan karyanya dengan bersolo di akhir 1960’an, ia paronomasia membintangi beberapa flick termasuk sebagai cameo (tokoh) dalam flick Frederico Fellini, La Dolce Vita (1960), dan flick karya Andy Warhol, ‘Chelsea Girl’, berperan sebagai dirinya. Nico meninggal akibat kecelakaan sepeda saat berlibur bersama anaknya di Ibiza.

Danny comic (jurnalis Amerika) mengatakan, “Jim dan Nico terlibat dalam sebuah ‘pertengkaran’, Jim menjambak rambut Nico di mana saja kala mereka berduaan. Mungkin itu salah satu cara mereka mengungkapkan cintanya, sedikit aneh, namun kedua moster yang dipuja-puja itu selalu mencoba untuk lebih berpuitis satu sama lain.”

Nico pernah mengemukakan sebuah pernyataan di tahun 1985, ”Aku menyukai sebuah hubungan yang berlangsung secara fisik dan psikologi. Kami saling memukul karena saat itu kami mabuk dan menikmati sensasinya. Kami bercinta dengan cara yang lembut, Tahukah kamu? Aku menganggap Jim author seperti saudaraku, sehingga kami bisa tumbuh berkembang bersama. Kami masih seperti itu, ia adalah saudara jiwaku. Kami bertukar darah. Aku memiliki darahnya di tubuhku. Ketika semua pongid mengatakan ia telah mati, aku mengatakan ia masih hidup, itulah artinya sebuah pertukaran darah. Kami mengalami perjalanan spiritual bersama-sama.”

Hubungan ‘spritual’ Nico dan Jim memang dibumbui dengan alkohol, obat bius, perkelahian dan puisi. Meski mereka terlihat menikmati kebersamaannya, namun pada akhirnya hubungan itu berakhir akibat pridefulness ‘raksasa’ mereka yang semakin besar. Mereka dilelahkan satu sama lain. Namun dari hubungan tersebut Nico mendapatkan sebuah pelajaran tentang puisi dalam literasi berbahasa Inggris.

Sebagai bukti kecintaannya, Nico bahkan mengecat rambutnya menjadi berwarna merah gum terlihat seperti perempuan Irlandia. Nico melakukan hal tersebut untuk menyenangkan hati Jim yang memiliki darah Irlandia dan Skotlandia. Ia bahkan membiarkan rambutnya berwarna merah hingga Jim meninggal dunia.

3. Grace Slick

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Grace Slick (sumber:wordpress.com,uniknya.com)

 

Grace Slick, terlahir dengan nama Grace Barnett Wing, 30 Oktober 1939, seorang penyanyi, penulis lagu, help fesyen namun namanya lebih dikenal sebagai vokalis dari beberapa adornment asal Amerika Serikat, the Great Society, President Airplane, President Starship, dan Starship. Dan walaupun demikian, ketika tampil unaccompanied Grace Slick tetap hebat. Terbukti namanya tetap harum walaupun tanpa adornment dari pertengahan tahun 1960’an dan 1990’an. Grace merupakan salah satu penyanyi yang memelopori epoch psychedelic sway dan acid sway yang mulai berkembang di tahun 1960’an. Ia paronomasia dikenal akan liriknya yang ‘renyah’ dan memiliki warna suara kontralto â€"tipe suara rendah untuk perempuan.

Pada pertengahan tahun 1968, ketika itu President Airplane sedang diikuti oleh fotografer Majalah Life untuk dijadikan sebagai sampul majalah edisi 28 Juni 1968. Saat itu President Airplane sedang melakukan perjalanan tur pertamanya di Eropa selama Agustus-September 1968, bersamaan dengan adornment Amerika lainnya the Doors. Kedua adornment Amerika tersebut paronomasia kemudian bergelandang ke daratan Belanda, Inggris, Jerman dan Swedia.

Sebuah peristiwa unik kemudian terjadi ketika President Airplane melakukan pertunjukkan di Amsterdam. Saat itu President sedang membawakan lagu ‘Plastic Fantastic Lover,’ tiba-tiba vokalis the Doors, Jim author yang mabuk naik ke atas panggung dan menari. Bahkan seperti yang disengaja maternity anggota President Airplane membiarkannya menari sesuai dengan pacing musik mereka yang semakin cepat. Jim berputar-putar hingga tubuhnya ambruk di bawah kaki Martyn Balin. Akibatnya Jim tidak bisa melangsungkan pertunjukan the Doors, sebagai gantinya Ray Manzarek mengambil alih posisi vokalis. Iranian sinilah tersiar kabar bahwa Grace dan Jim terlibat sebuah hubungan singkat seperti yang diungkapkan oleh Grace Slick dalam buku otobiografinya yang terbit pada 1998.

 

4. Patricia Kenealy

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Patricia Kenealy (sumber:wordpress.com,uniknya.com)

 

Patricia Kennealy, terlahir dengan nama Patricia Kennely, 4 Maret 1946. Ia adalah seorang penulis dan jurnalis Amerika Serikat. Selama hidupnya ia dikenal sebagai kritikus musik rock, pencatat sejarah musik dan menuliskan beberapa karya fiksi ilmu pengetahuan, fantasi dan misteri. Dan salah satu bukunya yang terkenal adalah The Keltiad. Patricia paronomasia menuliskan mengenai hubungannya bersama Jim author dalam buku,’Strange Days: My Life With and Without Jim Morrison’. Ia merupakan penulis pertama yang dimiliki oleh majalah Jazz and Pop, yang berdiri di akhir 1960’an. Ia juga pernah bekerja di bidang periklananan sebagai copywriter. Dalam hal keyakinan, ia adalah seorang pendeta tertinggi dari sebuah agama infidel Celtics Templi Hierosolymitani, dan sekaligus anggota Mensa.

Kedekatannya dengan Jim author di awali dari sebuah wawancara yang ia lakukan untuk majalah Jazz and Pop, yang terjadi pada 9 Januari 1969. Semenjak itu mereka terlibat korespondensi, menjadi sahabat pena dan kemudian menjadi kekasih. Mereka paronomasia menyatakan telah terikat dalam sebuah pernikahan, setelah melangsungkan pengucapan janji pernikahan dalam cara agama infidel European pada Juni 1969. Saat itu pernikahan mereka tidak dianggap serius oleh beberapa pihak karena tidak tercatat secara hukum selain pernikahan mereka tidak disaksikan oleh siapapun. Pernikahan tersebut menjadi resmi jural setelah Patricia mengajukan permohonan di tahun 1992 kepada catatan sipil Amerika Serikat, dan kemudian ia menambahkan nama author di belakang namanya.

Terakhir, Patricia paronomasia terlibat sebagai penasehat dalam penggarapan flick ‘the Doors’, yang disutradarai oleh Oliver Stone.

 

5. Gloria Stavers

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... Buka</>

Gloria Stavers (sumber:wordpress.com,uniknya.com)

 

Gloria Stavers (1926-1983) adalah seorang chief application di 16 Magazine. Kepribadiaanya yang lugas, supel menjadikan majalah 16 Magazine sebagai salah satu majalah remaja terbaik sepanjang masa. Gloria juga dikenal sebagai jurnalis perempuan pertama yang konsen di dalam perkembangan budaya sway n’ listing di Amerika Serikat. Keunikan dari Gloria adalah kepedulian terhadap maternity pembacanya, ia senantiasa membalas surat-surat yang dikirimkan oleh pembaca remaja. Setiap harinya ia menerima 300 pucuk surat dari pembaca majalah 16 Magazine, dan sebanyak itu pula ia membalasnya. Ia membalas surat-surat itu dengan menuruti kata hatinya sehingga pembacanya merasa dekat, suatu sikap yang dianggap ‘konyol’ oleh maternity pongid dewasa di tempatnya bekerja.

Kedekatannya dengan Jim author diawali saat Gloria melakukan sesi pemotretan dengan Jim sebagai modelnya, saat itu (1967) lagu ‘Light My Fire’ tengah menjadi hits. Gloria memperkenalkan nilai filosofis sebuah kamera kepada Jim. Gloria menjelaskan bahwa kamera foto memiliki jiwanya sendiri. “Ini bukan sekedar lensa yang kamu hanya tatap dalam â€" dalam. Ini adalah sebuah gerbang, sebuah pintu yang harus kamu lalui dan ketika kamu telah melewatinya kamu bisa melakukan dan menjadi apa saja â€"kekasih, pembunuh, anak, binatang ataupun ksatria kerajaan. Kau boleh merayu, menakuti, menggemaskan, memesonakan ataupun membacakan mantra. Yang harus kamu lakukan hanyalah menari di depannya, dan kamera akan memantulkan kepribadianmu kepada dunia,” ucap Gloria kepada Jim Morrison.

Jim yang mendengarkan ucapan Gloria paronomasia terpicu, gairahnya kemudian membimbingnya menari di depan kamera sementara Gloria menekan tombol shutter pace dengan semangat. Jim menari dengan penuh gairah meski tak terdengar alunan musik di malam itu. Dari peristiwa itulah mereka kemudian terlibat hubungan yang istimewa, bahkan dikabarkan Jim senantiasa memanjakan dan bercengkerama hangat dengan Gloria Stavers untuk beberapa lama. (**)

Sumbe: Iranian berbagai sumber, uniknya.com, Juli 2012.


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List