Thursday, July 19, 2012

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil

Bila Anda memiliki tekanan darah tinggi, maka kehamilan perlu penanganan yang khusus. Tulisan ini berisi tentang apa-apa saja yang perlu diketahui untuk menjaga kehamilan, Anda dan bayi.


Mungkin tekanan darah tinggi Anda telah di tangani dengan makan makanan sehat serta olahraga, atau Anda telah menangani kondisi tersebut dengan pengobatan. Tapi apakah hal tersebut aman selama kehamilan?


Untuk kebanyakan wanita, jawabannya adalah iya, tetapi perawatan sebelum hamil sangat penting. Bila anda sedang mempertimbangkan untuk hamil sedangkan memiliki tekanan darah tinggi, ini adalah apa yang harus dilakukan.


Mengapa tekanan darah tinggi menjadi masalah selama kehamilan?


Tekanan darah tinggi dapat menurunkan aliran darah ke plasenta, yang akan mempengaruhi persediaan oksigen dan nutrisi dari bayi. Hal ini dapat memperlambat pertumbuhan bayi dan meningkatkan resiko saat melahirkan. Tekanan darah tinggi juga meningkatkan resiko kerusakan tiba-tiba dari plasenta, dimana plasenta akan terpisah dari uterus sebelum waktunya. Komplikasi yang mengancam jiwa karena tekanan darah tinggi juga dapat terjadi tetapi jarang.


Apakah ada perbedaan tipe dari tekanan darah tinggi selama kehamilan?


Ya. Sebanyak 5 % dari wanita memiliki tekanan darah tinggi sebelum kehamilan. Hal ini disebut sebagai essential hypertension. Tipe ini tidak berbeda dengan tekanan darah tinggi yang biasanya diderita oleh orang yang kelebihan berat badan dan malas bergerak. Beberapa wanita tidak didiagnosa memiliki tekanan darah tinggi hingga mereka mulai mengandung.


5 % - 8 % dari wanita lainnya mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan. Hal ini disebut sebagai gestational hypertension. Meskipun biasanya hilang setelah kelahiran, gestational hypertension dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi kronis di masa yang akan datang.


Kadang hipertensi kronis atau gestational hypertension memicu pada preeclampsia, yaitu suatu kondisi serius yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan protein dalam urin ? yang menjadi tanda masalah pada ginjal.


Apa yang perlu diketahui tentang preeclampsia?


Satu dari empat orang wanita dengan tekanan darah tinggi kronis menjadi preeclampsia. Sebagai tambahan dari peningkatan tekanan darah dan protein pada urin, mungkin akan terjadi pembengkakan pada wajah dan tangan, kenaikan berat badan secara tiba-tiba, sakit kepala yang terus menerus, penglihatan kabur, pusing dan sakit perut.


Preeclampsia dapat cepat meningkat menjadi kondisi mengancam jiwa yaitu eclampsia. Kondisi yang jarang terjadi ini dapat menyebabkan seizures dan kadang koma.


Bila Anda memiliki tanda-tanda preeclampsia, Anda dan bayi akan dimonitor dengan ketat. Kadang kala istirahat total atau rawat inap dianjurkan untuk kondisi itu.


Apakah aman untuk menggunakan obat untuk tekanan darah selama kehamilan?


Semua pengobatan yang Anda gunakan selama kehamilan dapat mempengaruhi bayi. Meski beberapa obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah dianggap aman digunakan selama kehamilan, tetapi obat seperti angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor tidak aman.


Bagaimanapun perawatan sangat penting. Resiko untuk serangan jantung, stroke dan masalah lain yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi tetap mengancam selama kehamilan dan dapat membahayakan bayi juga. Bila memang obat dibutuhkan untuk mengatasi tekanan darah, maka obat yang diresepkan harus yang paling aman dan dengan dosis efektif yang paling kecil. Gunakan obat seperti yang diresepkan. Jangan menghentikan obat sembarangan atau menyesuaikan dosis sendiri.


Apa yang harus dipersiapkan sebelum kehamilan?


Anda dan dokter akan mengevaluasi seberapa baik Anda mengatasi tekanan darah Anda dan akan mempertimbangkan kemungkinan perubahan yang diperlukan sebelum hamil. Bila Anda kelebihan berat badan, maka akan direkomendasikan untuk mengurangi kelebihan berat badan sebelum berencana untuk hamil.


Selama kehamilan, Anda perlu ke dokter lebih sering. Pemeriksaan darah dan urin, pemeriksaan rutin berat badan dan tekanan darah juga harus dilakukan lebih teratur.


Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi?


Dengan menjaga kesehatan diri dengan baik merupakan cara terbaik untuk menjaga calon bayi Anda.


Minum obat tekanan darah seperti yang diresepkan.
Makan makanan sehat.
Batasi jumlah natrium dalam makanan.
Minum vitamin.
Ikuti saran dari dokter untuk olahraga dan kegiatan sehari-hari.
Istirahat yang cukup.
Hindari merokok, alkohol dan obat-obatan yang tidak perlu.


Bagaimana saat melahirkan?


Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk induksi kelahiran beberapa minggu sebelum waktu melahirkan agar terhindar dari komplikasi, atau bila menderita preeclampsia atau komplikasi lainnya. Bila Anda mengalami preeclampsia yang parah, maka Anda akan diberikan pengobatan selama melahirkan untuk mencegah kejang. Pada beberapa kasus, rencana C perlu disiapkan. Tergantung dari waktu, Anda mungkin akan diberikan injeksi steroid poten untuk memastikan bahwa paru-paru bayi terbentuk sempurna sebelum lahir.


Sumber







Berikut ini adalah 10 cara murah dan alami menurunkan tekanan darah tanpa harus menggunakan obat-obatan :
1. Olahraga
Dengan melakukan olahraga 30 menit sehari, Anda dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan, kata Gerald Fletcher, MD, seorang ahli jantung dari Mayo Clinic, Jacksonville, Florida, sekaligus juru bicara American Heart Association.  
"Cobalah latihan aerobik untuk mengurangi tekanan darah sistolik Anda," kata Fletcher. Ia menambahkan, orang yang aktif secara fisik biasanya dapat mengurangi konsumsi jumlah asupan obat hipertensi. Untuk menunjangnya, pilihlah jenis kegiatan yang Anda sukai seperti misalnya, berjalan, berlari, berenang atau bersepeda.
2. Makan pisang
Anda mungkin tahu bahwa makan terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah, tetapi kebanyakan orang tidak menyadari manfaat kalium - zat yang mampu menangkal efek buruk dari sodium.
Menurut penelitian dari Dietary Guidelines for Americans, mereka yang mengalami hipertensi harus mencukupi kebutuhan jumlah kalium dalam diet mereka. Orang dewasa harus mendapatkan setidaknya 4.700 miligram per hari. Adapun beberapa sumber makanan yang kaya kandungan kalium diantaranya pisang (422 miligram), kentang panggang dengan kulit (738 miligram), jus jeruk (496 miligram per cangkir), dan yogurt tanpa lemak atau rendah lemak (531-579 miligram per 8 ons).
3. Kurangi asupan garam
Orang dengan tekanan darah normal, cukup tinggi, dan hipertensi secara substansial dapat mengurangi tekanan darah mereka dengan memotong asupan garam. Pedoman diet merekomendasikan bahwa orang dengan hipertensi harus membatasi asupan garam kurang dari 1.500 miligram (600 miligram sodium) sehari.
4. Stop merokok
Perokok adalah kelompok yang paling berisiko tinggi mengidap hipertensi. Kandungan tembakau dan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sementara, meskipun rokok itu sendiri bukan penyebab tunggal hipertensi kronis. Berhenti merokok dapat membantu Anda menurunkan sedikit tekanan darah Anda. Dan, tentu saja, manfaat kesehatan lainnya yang tak terhitung jumlahnya, kata Fletcher.
5. Menurunkan berat badan
Secara konsisten beberapa penelitian menunjukkan bahwa, sedikit saja kehilangan berat badan, dapat memiliki dampak besar pada tekanan darah Anda. Kelebihan berat badan membuat jantung bekerja lebih keras. Tekanan ekstra ini lambat laun dapat menyebabkan hipertensi. Sementara itu, dengan memangkas berat badan beban kerja jantung akan jauh lebih ringan.
6. Kurangi alkohol
Konsumsi alkohol secara moderat - tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita, dan dua gelas sehari untuk pria - memiliki manfaat kesehatan jantung. Tapi pada beberapa orang, minum terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol lebih dari dua gelas sehari dapat meningkatkan risiko hipertensi bagi pria dan wanita.
7. Kelola stres
Mengelola stres secara efektif dapat membantu mengurangi tekanan darah, tetapi sayangnya, tidak ada penelitian yang menawarkan langkah demi langkah untuk mengurangi tingkat stres pada semua orang, kata Burg.
"Ada sejumlah cara yang telah dikembangkan sebagai praktik untuk menginduksi keadaan relaksasi. Tetapi bagaimana cara yang baik dan benar, ini masih harus dijawab dalam uji klinis," katanya. Namun demikian, Burg merekomendasikan bahwa orang dengan hipertensi harus mampu melakukan manajemen stres dan berlatih dengan konsisten.
8. Yoga
Yoga adalah cara terbaik untuk mengatasi stres. Sebuah studi baru di India menemukan bahwa latihan pernapasan yoga mengurangi tekanan darah pada orang dengan hipertensi - di mana bekerja mempengaruhi efek sistem saraf otonom - dengan mengatur denyut jantung, pencernaan, dan fungsi lainnya.
9. Jauhi kafein
Kopi memiliki beberapa manfaat kesehatan, tetapi tidak untuk menurunkan tekanan darah. Dalam jangka pendek kafein dapat memicu lonjakan tekanan darah, bahkan pada orang tanpa hipertensi.
Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, cara terbaik yang harus dilakukan adalah dengan membatasi asupan kafein (sekitar dua cangkir kopi per hari). Anda dapat memeriksa apakah Anda sensitif terhadap kafein atau tidak dengan memeriksa tekanan darah sebelum dan setengah jam setelah mengkonsumsi minuman berkafein. Jika meningkat sebesar 5 atau 10 poin, Anda berarti sensitif terhadap kafein.
10. Meditasi
Meditasi - apakah itu melibatkan nyanyian, pernapasan, visualisasi - dapat menjadi alat manajemen stres yang efektif bagi banyak orang, kata Burg. Sekali lagi, yang penting adalah bahwa hal itu membuat Anda merasa baik, dan Anda dapat berkomitmen untuk melakukannya secara konsisten.

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List