Wednesday, July 18, 2012

Review - Mitsubishi Outlander Sport Indonesia 2012 Harga Spesifikasi



Mitsubishi Outlander Sport mobil SUV terbaru dari Mitsubishi sudah siap di pasarkan di Indonesia, dan harga Mitsubishi Outlander Sport untuk jenis GLX (transmisi manual) Rp 289 juta, GLS (transmisi otomatik) Rp 306 juta, dan RPX Rp 325 juta (otomatik), on the road di Jabodetabek., dan pada kesempatan ini berita terkini akan memberitakan mengenai harga dan spesifikasi dari mobil besutan dari Mitsubishi ini, dimana mobil SUV ini merupakan pesaing serius dari CRV besutan Honda,


SUV Outlander Sport ini disiapkan sebagai mobil untuk segala medan, baik perkotaan atau pun medan berat dengan tangguh namun tidak meninggalkan kesan mewah dan stylish.
Spesifikasi Mitsubishi Outlander Sport yang mengambil wajah dari Lancer ini mengusung mesin MIVEC DOHC 4 Silinder dengan kapasitas 1.998 cc. Mesin yang digendong Outlander ini mampu menyemburkan tenaga maksimal hingga 150 PS di 6.000 rpm. Dimensi mobil lebih kecil dari Pajero Sport, membuat manuver dan handling dari Outlander ini diklaim jauh lebih gesit dan lincah untuk menaklukan segala medan. Bagian kaki-kaki Outlander Sport dan menggunakan sistem suspensi MacPherson sturt, coil spring dengan stabilizer bar. Sistem pengeremannya lengkap dengan 4 anti lock braking system (ABS) dan Electronic Brakingforce Distribution (EBD)


Mitsubishi Outlander Sport di lengkapi dengan spion luar model lipat elektrik, dek mesin, garnish belakang dan pelek yang sebelumnya 16 inci, kini jadi 17 inci. Trus, pada sisi bodi terdapat tempelan stiker.
Mitsubishi Outlander Sport
Sedang interior, sentuhan dilakukan pada dasbor yang kini tersemat tombol start. Tuas transmisi berbahan magnesium, sedang paddle shift pada varian tertinggi sebelumnya tetap dipertahankan. Termasuk head unit 2DIN layar sentuh, 3 airbag (depan kiri-kanan dan ruang kaki pengemudi), kontrol stabilitas (ASC), hill start assist, dan kamera mundur.


Yang baru lainnya dari Mitsubishi Outlander Sport, ada GPS, koneksi Bluetooth, iPod, iPhone dan USB. Jok berbahan kulit berkelas dengan desain pada sandaran ada penahan pinggang.


Mitsubishi Outlander Sport memiliki panjang 4.295 mm, lebar 1.770 mm dan tinggi 1.615 mm serta jarak sumbu roda 2.670 mm, sedang jarak bodi terendah 195 mm. Sementara untuk suspensi bagian depan menggunakan sistem MacPherson dan belakang multilink.


Sementara itu, Mitsubishi Outlander Sport ini hadir dengan tiga varian, yakni Outlander Sport PX, Outlander Sport GLS dan Outlander Sport GLX. Untuk PX A/T 4x2 menggunakan transmisi CVT INVECS III Sport Mode, GLS A/T 4x2 dengan transmisi CVT INVECS III sport mode dan GLX M/T 4x2 dengan lima percepatan manual


Warna yang tersedia white pearl, cool silver metallic, black mica, titanium grey metallic, kawasemi blue metallic, dan red metallic


Tidak Sabar untuk memiliki Mitsubishi Outlander Sport sebagai tunggangan anda, silahkan menuju ke dealer Mitsubishi di kota anda untuk segera melakukan inden,



Mitsubishi memberikan kesempatan sebentar kepada wartawan untuk mencoba mengemudikan dan menjadi penumpang SUV kompak terbarunya yang dirakit yang di Indonesia, Outlander Sport. Dari Jakarta sampai Pusat Pelatihan Multifungsi Polri di Cikeas, Bogor, 60 km, wartawan harus menggemudikan bergantian tiga kali. Maklum, setiap mobil diisi tiga wartawan dan satu pendamping wanita.


Mitsubishi menggerahkan semua tipe Outlander yang dipasarkannya, yaitu PX (top), GKLS dan GLX (transmisi manual atau entry level). Kesan pertama, saat berada di jok pengemudi, terasa mewah karena jok berlapis kulit dan nyaman diduduki. Hanya untuk menyetel jok dan sandaran harus dilakukan secara manual. KompasOtomotif mendapat kesempatan mencoba GLS menggunakan transmisi otomatik.


Posisi duduk sembari memegang setir mantap dan menyenangkan. Pandangan ke depan terasa luas. Begitu tongkat transmisi berada di “D” dan gas ditekan, SUV berjalan lembut dan mulus. Ketika pedal gas ditekan lebih dalam, Outulander Sport berkurang mulus.Tidak dirasakan pergantian gigi seperti transmisi otomatik lain. Maklum, CVT adalah transmisi “stepless”, pergantian gigi tidak langsung terjadi secara bertingkat, tetapi progresif. Hanya, terasa kurang agresif! Saat di jok belakang. Cukup lebar dan nyaman. Karena perjalanan jalan mulus, tidak sempat dirasakan bantingan ekstrim.


Bersama pereli
Berikut adalah menjadi penumpang depan, ketika Otulander Sport dikebut dan diajak bermanuver oleh Rifat Sungkar. Tipe yang digunakan untuk ini adalah Outlander dengan transmisi manual (GLX) Maklum, hanya tipe yang bisa diperlakukan seperti mobil reli, pedal gas dan rem bisa ditekan secara bersamaan.


Ditangan Rifat, Outlander Sport ini diajak bermanuver dengan mudah, khususnya untuk berbelok melalui pengoperasian rem tangan sembari memutar setir (sliding). Di sini, tidak hanya kegesitan mesin, juga kemantapan kinerja rem dibuktikan. Maklum, saat berada di puncak tikunngan, mobil harus direm kaki, rem tangan. Selama itu, Rifat hanya menempatkan tongkat transmisi pada gigi 1 dan 2.


Karena yang mengemudikan adalah pereli, sebagai penumpang, tingkat keyakinan sangat tinggi saat Rifat melakukan manuver, khusus pada titik pada tikungan. “Kendati SUV, namun tetap bisa diajak bermanuver. Ini membuktikan Outlander ini terbukti lincah. Juga nyaman. Hanya tentu saja tidak seperti sedan,” jelas Rifat.


Setir ringan
Selanjutnya, wartawan diberi kesempatan mengemudikan langsung pada berbagai kondisi, termasuk simulasi atau off-road buatan. Antara lain, mengitari bundaran dengan diameter 6 meter, tikungan patah, ketinggian sisi jalan yang tidak merata, naik- turun jembatan sekliagus tanjakan dan turun (mengukur sudut datang dan pergi atau approach dan departure angle). Juga ada beberapa bagian permukaan jalan yang diberi pasir.


Hal yang sangat dirasakan, setir sangat ringan dan mudah dikendali (mengunakan power steering listrik). Hanya, pada tikungan patah, untuk kembali ke kondisi semula, pengemudi agak repot atau harus cepat memutar lebih banyak. Ya, Mitsubishi belum menggunakan variable steering ratio.


Untuk versi manual, tenaga terasa lebih mantap saat start pertama kali. Begitu juga pada gigi 3 dan 3. KompasOtomotif tidak sempat mencoba lebih lanjut, karena saat kembali ke Jakarta, wartawan naik bis.


Itulah kesan yang diperoleh dari tes singkat Outlander. Kualitas suara untuk audio tidak sempat dicoba. Sementara beberapa rekan lain menginformasikan, konsumsi bahan bakar berdasarkan pantauan komputer mobil (juga speedometer mobil) 13 liter/100 km atau 7,7 km/liter.


KompasOtomotif sempat membahas kapasitas bagasi dengan rekan Gomgom dari Autocar. Menurutnya, bila penumpangnya penuh, koper berukuran besar agak susah dimuat (bila melakukan perjalanan selama dua minggu), di bagasi. Penyebabnya, struktur desain bagian belakang yang miring yang membatasi penumpukan koper berukuran besar.


Lainnya, dari belakang, SUV kompak ini yang gagah ini, mengingatkan kita kepada BMW X1.


Sumber 1
Sumber 2

3 comments:

  1. nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi kita semua :)
    keep update!
    mobil baru

    ReplyDelete
  2. nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi kita semua :)
    keep update!
    mobil irit

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Blog List